Relawan Demokrasi tidak Diragukan Lagi Independensinya

  • Whatsapp
Relawan Demokrasi Bangka Tengah menyempatkan diri foto bersama.(foto: tamimi)

Terpilih Berdasarkan Hasil Seleksi yang Ketat

KOBA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengantisipasi terjadinya kemungkinan para relawan demokrasi yang mereka bentuk berafiliasi dengan partai politik.

“KPU mengantisipasi adanya para relawan demokrasi berafiliasi. Ini tidak dibenarkan, karena merusak integritas,” ujar Komisioner KPU Bangka Tengah, Hendra Sinaga, Minggu (09/02/2019).

Dikatakannya, pihaknya mewajibkan kepada relawan demokrasi menggunakan atribut dan tanda pengenal saat menjalankan tugas di lapangan supaya masyarakat bisa menilai.

“Mereka dibekali surat tugas dan identitas serta atribut, juga nama-nama relawan demokrasi sudah kami sampaikan ke Bawaslu Bangka Tengah,” terangnya.

Diungkapkannya, jika ada indikasi relawan demokrasi tidak netral dan berafiliasi, maka pihak Bawaslu bisa menjalankan fungsi pengawasannya.

“Tetapi kami (KPU) yakin dan percaya sebanyak 55 relawan demokrasi itu sudah tidak diragukan lagi integritas dan independensinya karena mereka terpilih berdasarkan hasil seleksi yang sangat ketat,” ucapnya.

Ia menambahkan tugas pokok relawan demokrasi adalah membantu pihak KPU menyosialisasikan tentang kepemiluan kepada masyarakat.

Relawan Demokrasi sedang menjalankan tugasnya di wilayah Kota Koba untuk mengajak masyarakat supaya menggunakan hak pilih dalam Pemilu Serentak 2019

“Lebih fokus mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suara dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih,” tuturnya.

Sekarang ini, lanjutnya, para relawan demokrasi sudah mulai bergerak secara “dor to dor” atau dari rumah ke rumah mengajak masyarakat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019.

“Sejauh ini kami melihat mereka sudah bekerja secara masif. Kami optimis keberadaan mereka mampu meningkatkan partisipasi pemilih,” tukasnya. (ran/3).

Related posts