Rektor UNY Puji Kebijakan Gubernur Babel

  • Whatsapp
Rektor UNY Sutrisno Wibowo foto bersama Gubernur Babel Erzaldi Rosman, usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Babel dengan UNY, Senin (3/1/2020) di UNY.(foto: nurul).

RAKYATPOS.COM, YOGYAKARTA – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisno Wibowo, memuji kebijakan bidang pendidikan yang diterapkan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, terutama dalam mendirikan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) dan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Atas (SMK) di Babel.

“Kalau di Babel sudah semua menerapkan BLUD ini luar biasa, kami apresiasi sekali, di Jogyakarta saja belum demikian, tapi kalau di UNY sudah punya,” kata dia, disela penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Babel dengan UNY, Senin (3/1/2020).

Muat Lebih

Ia mengajak, SMK di Babel bisa belajar bagaimana penerapan BLU di UNY, dalam kembangkan unit usaha non akademik dan akademik.

“Kesulitannya banyak SMK di Yogyakarta ini, bagaimana unit usaha yang sudah dibuka dikembangkan tetapi karena SMK satker semua uang harus disetor ke kas negara, cara mengelola keuangan bisa dilakukan sekolah dengan BLUD,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi sudah ada sekolah khusus olahraga di Babel yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas olahraga mencetak atlet yang beprestasi.

“Di Yogya, baru ada kelas olahraga di sekolah umum, kalau sekolah olahraga belum, UNY punya fakuktas ilmu olahraga, ini bisa bersinergi mengembangkan SKO, bisa jadikan lab, dan melakukanan riset,” ulasnya.

Sebelumnya, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menegaskan, SMK di Babel harus menerapkan BLUD dalam mengembangkan unit usaha, sehingga bisa berkembang dan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa.

“Kami kaget, begitu di sekolah kejuruan kami minta agar sekolah kejuruan wajib dirikan BLUD. Saya perintahkan kepala sekolah untuk studi banding ke sekolah lain di luar Babel, saya tak mengira ternyata Babel provinsi pertama yang mewajibkan semua BLUD di SMK,” sebutnya.

BLUD ini kata dia, diperuntukan agar anak-anak lebih kreatif sehingga ketika masa latihan kerja (praktek lapangan), tak hanya ke kantor atau instansi pemerintah, tapi langsung praktek di BLUD.

“Seperti di SMK Kelautan dan Perikanan, saya baru meresmikan kapal latih, anak-anak menahkodai dengan baik, ada juga siswa yang pandai membuat olahan produk laut dan ingin membuka warung bakso,” tuturnya.

Ia berharap, bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan BLUD dibawah bimbingan para guru, dimana dalam penerapan ini disatu sisi profesional jalankan bisnis, sisi lain usaha kembangkan pendidikan.

“Ini yang perlu disinergikan dikonsolidasikan agar BLUD dapat menjadi usaha yang diemban para pendidik dan siswa ketika terjun ke masyarakat sudah siap,” harapnya.

Karena dengan hal seperti inilah, lanjut orang nomor satu di Babel ini, karakter siswa digiring kemampuannya, ilmunya, agar terbiasa.

“Ketika diserahkan ke sekolah, ada yang siap ada yang tidak gurunya, karena harus disusun silabusnya. Sekiranya ini bisa disinergikan,” pungkasnya.(nov/3)

Pos terkait