by

Rektor UBB Resmikan Pojok Li-Terasi KKN

Rektor Universitas Bangka Belitung Muh. Yusuf menandatangani deklarasi pengesahan terbentuknya Pasirputih Heritage Gallery dan Pojok Li-Terasi. Peresmian Program Mahasiwa Kuliah Kerja Nyata Pasirputih Heritage Gallery dan Pojok Li-TERASI ini, berlangsung di balai Desa Pasirputih. (foto: dedi).

Seminar Revoluasi Mental di Panca Tunggal

TUKAKSADAI – Program Mahasiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pasirputih Heritage Gallery dan Pojok Li-TERASI diresmikan Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) bertempat di balai Desa Pasirputih, belum lama ini.

Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Muh. Yusuf menandatangani deklarasi pengesahan terbentuknya Pasirputih Heritage Gallery dan Pojok Li-Terasi. Ikut pula menandatangani Tukak Sadai, Kepala Desa Pasirputih, Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN UBB Desa Pasirputih, Ketua Karang Taruna, Ketua BPD, serta Ketua KKN UBB XIII Desa Pasir Putih.

Momen ini, mengawali sahnya pembentukan pojok Li-terasi sebagai bentuk pengembangan budaya membaca di Desa Pasirputih serta Pasirputih Heritage Gallery yaitu pojok peninggalan budaya khususnya di Desa Pasirputih.

“Nanti mohon diidentifikasi barang yang dikoleksi, seperti siapa yang memberikan sumbangan serta sejarah koleksi-koleksi tersebut dari tahun ke tahun. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada setiap orang yang berkunjung. Program Pook li-TERASI juga, ini bagus, seperti novel ini apabila ceritanya difilmkan akan mengangkat daerah yang menjadi lokasi cerita,” kata Muh. Yusuf saat meninjau langsung sebelum peresmian.

Sarkawi, salah seorang penanggungjawab program mengatakan, budaya membaca sangat penting untuk dikembangkan, apalagi di tengah-tengah maraknya kemajuan teknologi yang menyebabkan generasi masa lebih memilih gawai (gadget) daripada buku. Oleh karenanya, pihaknya berinisiasi untuk melaksanakan program yang memacu semangat membaca di Desa Pasirputih, khususnya bagi generasi muda.

“Harapannya, dengan mencintai buku, pembacanya dapat memetik segudang manfaat dari ilmu yang diperolehnya dari buku,” tambah Sarkawi.

Di lokasi yang sama, KKN XIII UBB 2018 Pasirputih juga merintis Pasirputih Heritage Gallery yang berisi benda masal silam yang ada di Desa Pasirputih. Selain memiliki nilai estetika dan seni, museum ini berisi sejarah Desa Pasirputih. Dengan demikian, perjalanan panjang berdirinya Desa Pasirputih dapat tetap diabadikan berikut benda peninggalan masa lalu yang masih ada.

Perpaduan antara Pasirputih Heritage Gallery dan Pojok li-TERASI diharapkan dapat menjadi momentum yang baik dalam memperkenalkan Desa Pasir Putih tidak hanya sebagai destinasi wisata alam berupa panorama pantai, tapi juga dapat menjadi wisata peninggalan budaya sehingga dapat memiliki nilai lebih dibandingkan spot wisata lainnya.

Terpisah, Mahasiswa KKN UBB menggelar Seminar Revolusi Mental di Desa Panca Tunggal Kecamatan Pulau Besar. Seminar ini merupakan agenda kegiatan dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM) 2018.

Dengan mengangkat tema ” Mengembangkan Pribadi Yang Lebih Cinta dan Bangga Tanah Air”, turut hadir dalam kegiatan ini Budi Wintarko, S.IP (Kapolsubsektor Pulau Besar) selaku pemateri, serta Pemdes Panca Tunggal bersama Karang Taruna Panca Tunggal. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri kurang lebih 50 warga Desa Panca Tunggal. Dalam kegiatan ini warga sangat antusisas mengikuti sesi tanya jawab bersama pemateri, para warga sangat bersemangat ketika menanyakan tentang masalah sehari-hari seperti sanksi tindak pencurian dan masalah lainnya.

Dhimas Arya selaku ketua KKN-RM mengatakan tema ini diusung karena di desa panca tunggal ini terdapat 5 suku yang berbeda dan untuk mengingatkan mengenai persatuan, oleh karena itu diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat akan menjadi lebih cinta dan bangga dengan keberagaman Indonesia.

Sementara itu, Budi Wintarko, S.IP dalam materinya mengatakan bahwa kegiatan ini yang harus didukung dan diagendakan setiap tahunnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih mencintai sesamanya, juga khusus di Desa Panca Tunggal yaitu tempat pelaksanaan kegiatan ini, terdapat banyak suku, oleh karena itu diharapkan akan menjadikan pemersatu.

Ia menambahkan “Revolusi Mental harus berorientasi pada generasi muda desa agar dapat menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Dan para warga disini dapat merubah pola pikir masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik lagi serta dapat meningkatkan rasa nasionalisme warga Negara sebagai modal dari sebuah persatuan itu sendiri,” pungkasnya. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU