Razia TI Ilegal Diduga Dibocorkan Oknum Anggota

  • Whatsapp
Tim gabungan dari Polres Pangkalpinang, Kodim 0413/Bka, POM AL Babel, Sundenpom II/Bka dan Satpol PP Kota Pangkalpinang menertibkan penambangan ilegal di kawasan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang Pangkalpinang, Senin (20/1/2020) pagi. (Bambang Irawan)

PANGKALPINANG – Tim Terpadu gabungan dari Polres Pangkalpinang, Kodim 0413/Bka, POM AL Babel, Sundenpom II/Bka dan Satpol PP Kota Pangkalpinang lagi-lagi menertibkan penambangan ilegal di kawasan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang Pangkalpinang, Senin (20/1/2020) pagi.

Kali ini, razia dipimpin langsung oleh Wakapolres Pangkalpinang Kompol Erlichson Pasaribu, Kabag Ops Kompol Jadiman Sihotang, Kasat Reskrim AKP Hary Kartono, Kasat Polair AKP Heriyanto, Kasat Intel Iptu Navy Pradana dan Kapolsek Taman Sari AKP Teguh Setiawan serta Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang Susanto.

Muat Lebih

Dari hasi razia, dilokasi DAS Rangkui tepatnya di Teluk Bayur tak ditemukan penambang dan alat-alat tambang tak beroperasi lagi. Di sini, tim menemukan delapan unit ponton tak bertuan. Sedangkan di kawasan Air Mawar dan didapat hasil, petugas mengamankan selang dan pipa tambang. Sebanyak 10 unit diduga telah ditinggal pemiliknya alias tak berpenghuni.

Di lokasi ketiga, yaitu di Kolong Wisata tepatnya di belakang komplek perumahan Citra Land, aparat tak menyita apapun. Di sini, tim gabungan mendapati lima unit ponton di darat dan delapan unit ponton disepanjang kolong.

Dari tiga lokasi tambang ilegal ini, petugas hanya mengamankan berupa selang (gabang) dan pipa.

“Kita hari ini melaksanakan razia tambang ilegal. Hasilnya untuk sementara, orangnya tidak ada, jadi kosong,” ujar Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang kepada awak media, usai razia.

Razia tambang ilegal tersebut, menurutnya, untuk memberikan peringatan supaya tidak menambang lagi dikemudian hari. “Kita hanya mengupayakan mengambil sebagian alat tambang. Mungkin saja razia ini sudah bocor,” ungkapnya.

Kabag Ops tak membantah bahwa razia tersebut diduga sengaja dibocorkan oleh oknum anggota. “Iya, kan penambangnya gak ada di lokasi,” sebutnya.

Disinggung adanya keterlibatan oknum anggota yang diduga ikut terlibat dalam tambang timah ilegal ini, Sihotang justru menyebut tambang tersebut milik pendatang.

“Sementara, kita tidak dapat (oknum) karena memang orangnya tidak ada. Tapi, sementara yang kami ketahui ada masyarakat pendatang,” kata Sihotang.

Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada penambang agar sebaikanya angkat kaki dari tempat yang telah dilarang oleh pemerintah, termasuk DAS dan pemukiman penduduk.

“Kalau tidak ada izin, janganlah melakukan penambangan. Apabila kita temukan, akan kita tindak tegas sesuai dengan prosedur,” pungkas Kabag Ops. (bis/6)

Pos terkait