Razia TI Bocor, Kasat Pol PP Kecewa

  • Whatsapp

Petugas Hanya Bakar 4 Ponton TI
Awas! Penambang Bisa Terjerat Pidana

PANGKALPINANG – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kota Pangkalpinang yang diback-up unsur TNI, serta Polri, Jum’at (19/05/2017) melakukan penindakan terhadap Tambang Inkonvensional (TI) jenis Rajuk maupun darat yang terus membandel menambang pasir timah secara ilegal di wilayah Kota Pangkalpinang.
Penertiban tambang ilegal ini dilaksanakan di beberapa tempat, yakni di sekitar perkuburan Kelurahan Ampui, Rusunawa Pangkalarang dan sekitar Lokalisasi Parit 6, Kota Pangkalpinang.
Sayangnya, penertiban dan penindakan yang hendak dilakukan petugas, ternyata lebih dulu tercium para penambang. Akibatnya, tiga kawasan penambangan liar yang biasanya ramai dengan puluhan ponton tambang, tiba-tiba sepi dan menghilang karena razia bocor.
Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Rasdian Setiady menyesalkan bocornya rencana penindakan tambang liar tersebut. Padahal ia mengatakan, penertiban dan pembakaran ponton tambang ini dilakukan dalam rangka penegakkan Perda Kota Pangkalpinang Nomor 1 tahun 2012.
”Giat ini merupakan langkah untuk melakukan penegakan Perda RTRW Kota Pangkalpinang yang dimana disitu menyebutkan bahwa di wilayah kita ini (Pangkalpinang-red) tidak ada lokasi untuk melakukan penambangan,” ungkap Rasdian kepada wartawan usai penertiban dilakukan.
Ia menyebutkan, akibat bocornya razia hanya 4 front ponton TI ilegal yang berhasil dibakar petugas bersama dengan alat alat kerjanya, seperti selang, sakan gabang dan lain sebagainya.
”Selain empat front dan kelengkapan yang kami bakar, saat ini saya juga sedang menunggu laporan hasil dari penertiban di Rusunawa, karena saat ini masih berlangsung,” ujarnya.
Rasdian mengakui bahwa dirinya belum puas dan sedikit kecewa dengan hasil penertiban tambang ilegal kemarin. Kekecewaan ini muncul setelah petugas tiba di lokasi penambangan tersebut, aktivitas tambang sudah tiada dan unit-unit ponton TI yang biasanya ramai sebagaian sudah raib ditelan bumi.
”Saat tiba di lokasi semua sudah sepi, tidak ada lagi aktivitas karena saya duga razia ini sudah bocor terlebih dahulu,” sesalnya.
Berkaca dari razia ini, Rasdian menyebutkan, untuk kedepan sistem penertiban yang akan diterapkan adalah razia bangun tidur. Yang artinya seluruh tim akan dikumpulkan pagi-pagi sekali, karena apabila diberitahukan sehari sebelumnya pasti akan terulang lagi rencana penindakannya disampaikan lebih dulu oleh oknum-oknum petugas kepada penambang, sehingga penertiban memberikan hasil yang kurang optimal seperti kemarin.
”Untuk mencegah bocornya razia TI ilegal ini nanti rekan rekan saya kumpulkan pagi pagi sekali, sehingga tidak ada celah. Dan saya harapkan hasilnya pun lebih optimal, ” tukasnya.
Selain itu kedepan, pihaknya akan mengusahakan razia selanjutnya menggunakan alat berat, supaya barang barang yang digunakan untuk menambang ilegal dan tidak terjangkau penertiban, bisa langsung diangkat dan hancurkan.
”Saya imbau kepada masyarakat penambang agar dapat segera menghentikan penambangan di wilayah Kota Pangkalpinang. Jika alasannya menambang di tanah sendiri maka alasan tersebut yang akan menjeratnya kena Undang Undang Minerba dan Lingkungan Hidup, karena setiap wilayah pertambangan itu harus ada izin usaha pertambangannya,” tegas Rasdian. (bum/1)

Pos terkait