Rayon Basel Isba Jogja Tolak RZWP3K

  • Whatsapp

YOGYAKARTA – Kelompok mahasiswa Bangka Selatan di Yogyakarta yang tergabung dalam Rayon Bangka Selatan Ikatan Pelajar Mahasiswa Yogyakarta mengadakan diskusi mengenai pengkajian peraturan daerah RZWP3K yang sempat menjadi isu hangat di kalangan masyarakat masyarakat Bangka Selatan.

Read More

Diskusi tersebut dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi Bangka selatan yang berada di Yogyakarta serta rekan-rekan mahasiswa dari Rayon Bangka tengah, Pangkal pinang, Bangka Barat, Bangka dan pengurus ISBA Yogyakarta turut hadir mengkaji Perda itu.

Diskusi tersebut dipandu Riki Mustika mahasiswa asal Bangka Selatan yang dipercayai sebagai pemantik, serta Fajri Ramadhan selaku moderator.

Berbagai macam argument dilontarkan setiap audiens yang hadir membuat forum semakin terasa hangat.

Ketua Rayon Bangka Selatan, Agus tri Widodo yang akrab disapa Dodo, mengatakan diskusi ini sebenarnya adalah program rutin yang dilaksanakan oleh Rayon Bangka Selatan.

Tetapi pada diskusi ini materi yang didiskusikan merupakan materi istimewa.

“Hal tersebut karena kami yang berada diperantauan juga turut andil melalui hati dan pikiran atas problematika yang menjadi kerasahan masyarakat Bangka Selatan,”ujarnya.

Diskusi ini dilaksanakan supaya mahasiswa-mahasiswi yang berada di perantauan juga turut membuka mata untuk melihat bagaimana carut-marutnya daerah terkhusus Bangka Selatan yang selama ini banyak sekali problem-problem yang terjadi.

“Mulai dari lemahnya sektor ekonomi, kurangnya lapangan pekerjaan, tata kelola ruang yang kurang baik serta pembangunan infrastruktur yang dirasa semakin tertinggal,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Ketua rayon Bangka SelatanDevani Fahroza sekaligus koordinator pelaksanaan diskusi menyampaikan diskusi ini merupakan bentuk kepedulian muda-mudi daerah untuk kampung halaman.

Banyaknya permasalahan daerah saat ini ditambah dengan hadirnya Perda RZWP3 yang di dalamnya mengandung unsur-unsur sara mengakibatkan gejolak pada masyarakat di pulau Bangka. Selain itu, dari hasil kajian peraturan RZWP3K juga banyak mengandung pasal karet serta peraturan-peraturan yang dianggap tidak seusuai dengan realitas di lapangan, seperti tidak adanya keberpihakan kepada rakyat pesisir.

“Kami maenganggap bahwa ini adalah suatu perampasan ruang bagi masyarakat dipesisir pulau Bangka. Maka tidak salah lagi jika banyaknya aksi masa yang muncul kepermukaan akibat produk hukum simpang siur ini,”ujarnya.

Didalam diskusi tersebut mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Rayon Bangka Selatan mengungkapkan ini adalah produk hukum yang gagal, apa yang dihadirkan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mereka pun tidak sungkan-sungkan mengungkapkan penolakan dan merasa kecewa akan pemerintah hari ini yang jauh untuk memikirkan kepentingan rakyatnya.”Kami menolak Perda ini dan kami kecewa dengan Pemerintah,”tegasnya. (rilis/bum/6)

JustForex

Related posts