Ratusan Warga Ajukan Turun Kelas BPJS

  • Whatsapp
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka, Muhammad Ali Rasid

SUNGAILIAT – Sejak ditetapkannya kenaikan iuran BPJS Kesehatan oleh pemerintah hingga dua kali lipat di semua kelas, banyak masyarakat Kabupaten Bangka berbondong-bondong melakukan penurunan kelas.
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka, Muhammad Ali Rasid mengatakan penurunan tersebut sudah berlangsung sejak adanya rencana kenaikan iuran akhir tahun lalu.

“Kunjungan kesini (kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka-red) meningkatkan paska berlakunya iuran terbaru. Setiap hari ada 140 hingga 170 warga yang datang dan hanya 10 KK (kepala keluarga-red) peserta baru, selebihnya penurunan kelas,” ungkapnya, Kamis (16/1).

Muat Lebih

Namun ia mengatakan tidak semua yang melakukan penurunan tersebut beralih ke kelas III karena hanya menyesuaikan dengan kondisi keuangan masyarakat.

“Jadi tidak semuanya turun ke kelas tiga, ada juga yang dari kelas I turun ke kelas II tapi ada juga yang ke kelas III karena memang dibebaskan untuk memilih,” terang pria yang biasa disapa Rasid tersebut.
Kenaikan iuran BPJS kesehatan tersebut untuk menutupi defisit pada tahun-tahun sebelumnya yang dialami oleh BPJS.

Namun ia mengatakan defisit tersebut sudah diprediksi sebelumnya karena iuran awal dari tahun 2014 lalu dibawah angka ideal yang dihitung oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang bekerjasama dengan UI dan UGM.

“Angka idealnya pada tahun 2014 lalu untuk kelas III 53 ribu, kelas II 63 ribu dan kelas I 80, namun nyatanya untuk kelas III 23 ribu, kelas II 42 ribu dan kelas I 59 ribu dan tidak ada batasan, semua sakit dijamin mulai dari flu hingga cuci darah semuanya,” terang pria asal Sumsel tersebut.

Untuk itu pihak pemerintah sendiri sudah menyiapkan payung hukum yang dituang dalam Peraturan Pusat Nomor 87 tahun 2013 dimana ada tiga opsi yang bisa diambil yakni menyesuaikan iuran, penyesuaian manfaat dan dana talangan dari pemerintah.

“Menyesuaikan iuran ini berarti bisa naik bisa turun ditinjau dua tahun sekali, dan saat ini naik karena memang defisit. Penyesuaian manfaat ini hanya sakit tertentu saja yang dibiayai tapi dalam hal ini pemerintah tidak membatasi. Kalau dana talangan, artinya pemerintah menggelontorkan dananya agar program ini bisa terus berlanjut,” jelasnya.

Saat ini iuran BPJS kesehatan untuk kelas III sendiri Rp 42 ribu, kelas II senilai Rp 110 ribu dan kelas I sebesar Rp 160 ribu per bulan. (mla/6)

Pos terkait