Ratusan Ton Zirkon Diduga Ilegal dari Belitung Siap Dikirim

  • Whatsapp

Pekerjakan Dua Warga Tiongkok, Kades tak Tau

Timbunan pasir zirkon yang bakal dikirim dari Belitung ke Kalimantan dalam waktu dekat. (Foto: bas)

RAKYATPOS.COM, BADAU – Pengiriman pasir zirkon yang diduga ilegal karena tidak jelas asal usulnya, bakal terjadi lagi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini, ratusan ton zirkon mineral ikutan pasir timah dari Pulau Belitung, siap dikirim ke Kalimantan.

Read More

Zirkon yang dikemas dalam karung ukuran 50 kg itu, kini sudah tertampung di gudang penyimpanan di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung sejak beberapa hari lalu. Hanya saja, belum diketahui pasti kapan zirkon ini akan dilakukan pengiriman. Tapi sesuai jadwal, pada bulan Desember 2020 ini juga.

Pasir yang diduga mengandung monazit dan mineral tanah jarang lainnya itu, berasal dari limbah atau ampas meja goyang yang memisahkan pasir timah di seputaran Kecamatan Tanjungpandan. Bukan melalui aktivitas penambangan zirkon dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Seorang pekerja di lokasi penimbunan menyebutkan, pemilik zirkon ini adalah IS. Pengusaha lokal ini diketahui memiliki meja goyang biji timah di seputaran Tanjungpandan. IS diduga tidak sendirian dalam bisnis ini. Ada beberapa orang yang diduga kuat terlibat memproduksi dan mengumpulkan pasir zirkon yang tersebar di wilayah Belitung. Salah satunya pengusaha asal Jakarta.

Ketika dilakukan konfirmasi melalui sambungan telpon, IS meminta wartawan media ini agar menghubungi koleganya yang berinisial HN.

“Telpon nomor ini aja Pak. Saya lagi di lokasi,” kata IS melalui pesan singkat, Kamis, (10/12/2020).

Dua orang tenaga kerja asal Tiongkok, berbaju putih terlihat tengah beraktivitas di gudang penimbunan zirkon di Belitung. (Foto: bas)

Dari Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, diduga HN adalah pembeli zirkon dan  yang mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China. Ada dua orang tenaga kerja asing bekerja di gudang penyimpanan zirkon yang dibangun pada tahun 2018 lalu.

Sementara itu, HN yang dihubungi melalui sambungan telepon tak membantahnya. HN menyebut IS adalah bagian dari rombongannya. “Kita satu rombongan,” jelas HN.

Related posts