Ratusan Perempuan Ikuti Seminar dan Literasi Keuangan

  • Whatsapp
Seminar dan pelatihan literasi keuangan untuk perempuan di Hotel Aksi Natural Resort, Jalan Kace Timur, Selasa (13/8/2019). (foto: Desfiarini)

Prudential bersama Sanjaya Buana Indonesia (SBI) melaksanakan seminar dan pelatihan literasi keuangan untuk perempuan di Hotel Aksi Natural Resort, Jalan Kace Timur, Selasa (13/8/2019). Seminar dan pelatihan tersebut dihadiri ratusan perempuan sebagai peserta dari kalangan masyarakat umum, organisasi dan PKK.

Anna Maria perwakilan Prudential Indonesia kepada Rakyat Pos, mengatakan pelatihan literasi keuangan untuk perempuan merupakan inisiatif untuk memberdayakan perempuan Indonesia agar mampu mengelola keuangan keluarga dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pelatihan literasi keuangan ini merupakan salah satu fokus utama dan program unggulan community invesstment Prudential Indonesia dibidang Edukasi.

Menurut Anna Maria program ini sejalan dengan Peraturan OJK Nomor 76/2016 tentang Peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa bagi konsumen dan/atau masyarakat, strategi nasional Literasi Keuangan Indonesia (revisi 2017), Peraturan Presiden No 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan berbagai program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kegiatan pelatihan ini dikhususkan bagi perempuan, mengingat berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2016 oleh OJK, kurang dari 30 persen orang Indonesia yang melek keuangan. Artinya tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk dan jasa keuangan masih cukup rendah. Melalui survei tersebut juga terungkap bahwa tingkat literasi perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga.

“Kami percaya pada tingginya potensi perempuan Indonesia terhadap kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Oleh karena itu , kami menaruh perhatian besar kepada perempuan pada program peningkatan literasi keuangan yang kami jalankan. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah yang menempatkan perempuan sebagai salah satu prioritas utama dalam berbagai program peningkatan literasi keuangan di Indonesia,” katanya.

Perempuan yang cerdas, menurut dia, dapat membawa perubahan dengan mendidik anak-anak yang dapat berkontribusi pada masa depan bangsa. Seorang perempuan yang cerdas sebagai “Menteri Keuangan” dalam keluarga juga mampu membantu merencanakan masa depan keluarganya dengan pilihan-pilihan pintar terkait keuangan yang dibuatnya saat ini.

Diharapkan nantinya para peserta dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang. “Para peserta dihimbau untuk menyebarkan pengetahuan yang sudah mereka pelajari kekeluarga dan komunitas masing-masing sehingga makin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya literasi keuangan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Sementara Novita Sumartini, Staf Prudential Indonesia yang juga relawan untuk aktivitas community Investment dalam pelatihan menyampaikan diantaranya setiap orang harus membuat perencaan keuangan sesuai kebutuhan. Baik itu jangka pendek, jangka menegah dan untuk jangka panjang. “Perempuan itu spesial, karena perempuan adalah Menteri Keuangan di keluarga. Dimana perempuan harus pintar mengelola keuangan. Perempuan Indonesia harus bersyukur dengan uang yang diterima, kemudian berpikir bagaimana mengelola keuangan yang ada tersebut untuk masa depan,”katanya.(DF/10)

Related posts