by

Ratusan Pegawai & Pelajar Bersihkan Sampah Pantai Nyiur

-Belitong-130 views
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan memugut sampah di Melambai Desa Lalang Kecamatan Manggar, Senin (13/8/2018).(foto: dny).

Digagas Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan

MANGGAR – Sebanyak 300 orang pegawai Pemkab Belitung Timur, pelajar, dan masyarakat umum berpartisipasi dalam Coastal Clean Up (CCU) 2018. Mereka semua bergotong-royong membersihkan sampah di Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang Kecamatan Manggar, Senin (13/8/2018).

Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI itu hanya dilaksanakan di tiga tempat, yakni Bali, Labuhan Bajo-Nusa Tenggara Timur, dan Pulau Belitung.

Di Pulau Belitung kegiatan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Pantai Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung dan Pantai Nyiur Melambai Kabupaten Beltim.

“Kita memang sengaja memilih tiga lokasi ini karena merupakan tempat wisata yang cukup terkenal di Indonesia. Kita juga ingin mengetahui sejauh mana pencemaran dan kerusakan akibat sampah laut di pesisir pantai,” ungkap Kepala Sub Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah II, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (KLHK) RI, Susetyo Nugroho.

Nugroho melanjutkan, penyelenggaraan CCU juga bertepatan dengan rangkaian peringatan 73 tahun Indonesia Merdeka. Hal itu sesuai dengan tema kegiatan yakni ‘Energi dan Kerja’.

“Tema ini diharapkan dapat memberikan dampak kepada masyarakat Indonesia agar terciptanya semangat dalam bekerjasama membangun negeri. Termasuk di dalamnya, semangat untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut di Pulau Belitung khususnya dari sampah laut,” kata Nugroho.

Kegiatan CCU sudah dimulai sejak tahun 2015 di berbagai daerah Indonesia. Gerakan aksi bersih-bersih pantai itu melibatkan masyarakat dan dunia usaha yang peduli terhadap kelestarian pesisir dan laut.

“Kegiatan CCU ini diharapkan menjadi bagian dari upaya untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan laut. Kegiatan ini juga sekaligus akan menjadi gerakan bersama di Pulau Belitung, dan dapat dilaksanakan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung,” ujar Nugroho.

Sampah Laut Diperkirakan Sebanyak 1,2 juta ton

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemnterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diperkirakan total sampah laut pada tahun 2017 sekitar 1,2 juta ton. Survei itu dilaksanakan di 18 Kabupaten/Kota di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Belitung Timur.

Sampah laut di Kabupaten Beltim masih didominasi oleh sampah dari alam. Namun sampah buatan, seperti logam dan plastik dianggap sudah memasuki tingkat yang mengkhawatirkan.

“Di Kabupaten Beltim, hasil survei pada tahun 2017 lalu menunjukkan komposisi sampah laut terdiri dari kayu 68,7 persen, logam 13,2 persen, plastik 9,5 persen, busa plastik 8,4 persen dan sampah lainnya,” terang Susetyo Nugroho saat Kegiatan Coastal Clean Up (CCU) Tahun 2018 di Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang Kecamatan Manggar, Senin (13/8/2018).

Kepala Sub Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah II, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (KLHK) RI itu menyatakan, sumber pencemaran pesisir dan laut tersebut tidak hanya bersumber dari daratan, namun juga dari lautan.

“Sampah plastik di lautan misalnya, sekitar 20 persen berasal dari sektor pelayaran dan perikanan, sisanya 80 persen dari daratan. Sampah plastik di lautan yang berasal dari darat bersumber dari aliran sungai yang bermuara di laut dan kawasan pesisir,” jelasnya.

Kota Padang di Sumatera Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan sampah laut terbanyak. Sedangkan untuk Kabupaten Beltim, jumlahnya masih tidak terlalu banyak namun juga tidak sedikit.

Indonesia saat ini tercatat sebagai negara sumber sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia setelah Cina. Setiap tahun sebanyak lebih dari 170 juta ton plastik dibuang ke laut.

“Pemerintah Indonesia dalam berbagai forum internasional telah menyatakan komitmen untuk mengurangi sampah pastik di laut sampai dengan 70 persen di tahun 2025. Persoalan pencemaran pesisir dan laut telah menimbulkan berbagai persoalan yang komplek dan mengancam keanekaragaman kehidupan laut dan kehidupan social ekonomi masyarakat,” kata Nugroho.(dny/3)

Comment

BERITA TERBARU