Ratusan Napi di Babel Dibebaskan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Arahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly yang berencana membebaskan 30 ribu narapidana (napi) se Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan (lapas), mulai dilakukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Read More

Pelaksanaan Permenkumham Nomor 10 tahun 2020 tentang keputusan untuk mengeluarkan dan membebaskan warga binaan melalui program asimilasi dan integrasi ini, Kamis kemarin (2/4/2020) direalisasikan oleh Lapas Tuatunu Kelas IIA Pangkalpinang, Lapas Narkotika Pangkalpinang, Lapas Bukit Semut Sungailiat, Kabupaten Bangka dan Lapas Cerucuk, di Kabupaten Belitung.

Untuk Lapas Tuatunu Kelas IIA Pangkalpinang, mengeluarkan dan membebaskan sebanyak 115 napi secara bertahap. Pada tahap awal kemarin, sebanyak 33 napi telah dikeluarkan dari Lapas Tua Tunu.

“Kemarin (Rabu-red), sudah diasimilasikan supaya tinggal di rumah ada 13 orang dan hari ini (Kamis-red) berjumlah 20 orang. Ya, sistemnya kita lakukan secara bertahap,” tutur Kepala Lapas (Kalapas) Tuatunu Kelas IIA Pangkalpinang, Kunrat Kasmiri saat dihubungi Rakyat Pos, kemarin.

Diakuinya, napi yang memenuhi syarat untuk diberikan diasimilasi dan diintegrasi di Lapas Tua Tunu seluruhnya berjumlah 115 orang. Jumlah itu setidaknya mengurangi over kapasitas lapas yang memiliki total 400 napi.

“Warga binaan kami yang ada di Lapas Tuatunu Pangkalpinang yang memenuhi syarat totalnya 115 orang. Sedangkan jumlah napi yang saat ini sebanyak 400 orang,” terangnya.

Adapun persyaratan bagi warga binaan agar bisa dikeluarkan dan dibebaskan sesuai Permenkuhman itu, seperti telah setengah menjalani masa pidana dan dinyatakan berkelakuan baik selama 6 bulan. Selain itu ketentuan 2/3 sudah menjalani masa hukuman terhadap napi yang dijatuhi hukuman berat.

Kalapas mengimbau kepada warga binaan yang akan diasimilasi dan diintegrasi untuk langsung pulang ke rumah masing-masing dan tidak kemana-mana lagi.

Tak hanya sebatas itu saja, dia juga berpesan kepada warga binaan yang dikeluarkan dan dibebaskan untuk tetap menjaga pola hidup sehat, agar terhindar dari virus Corona, serta tidak berbuat onar di sekitar tempat tinggalnya.

“Bagi warga binaan yang masih di dalam Lapas dan belum memenuhi persyaratan untuk dikeluarkan dan dibebaskan, kami ingatkan tetap menjaga jarak satu sama lain (social distancing) dan jaga pola hidup sehat. Kalau ada yang kurang sehat, segera lapor kepada perawat/klinik dalam lapas dan yang lebih penting berdo’a kepada Allah SWT memohon perlindungan agar terhindar dari wabah Covid-19 ini,” pungkas Kunrat.

Selain Lapas Tua Tunu, Lapas Bukit Semut Sungailiat bakal membebaskan 112 napi, Lapas Narkotika Selindung Pangkalpinang dan Lapas Cerucuk, Kabupaten Belitung juga telah bertahap membebaskan napi dalam program asimiliasi dan diintegarasi. Dalam pantauan beberapa napi narkoba di Lapas Narkotika Pangkalpinang kemarin, tampak bergembira setelah dibebaskan.

Sekadar diketahui, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) telah mengeluarkan dan membebaskan 13.430 Narapidana dan Anak melalui program asimilasi dan integrasi. Angka tersebut tercatat hingga Rabu (1/4/2020).

Pelaksana Tugas Dirjen PAS Nugroho mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan). (bis/1)

JustForex

Related posts