Ratusan Koli Daging Beku Impor Australia Dibumihanguskan

  • Whatsapp
Pemusnahan barang bukti 3,8 Ton daging impor asal Australia di halaman belakang Kantor Polda Babel, Senin (6/7/2020).

Pelaku tak Hadir Karena Sakit

PANGKALPINANG – Sebanyak 193 koli atau 3,8 ton daging beku impor yang berasal dari Australia tanpa dilengkapi dokumen dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Ditreskrimsus Polda Babel) bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Senin (6/7/2020) pagi.

Pemusnahan daging beku ilegal ini berlangsung di Kantor Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Pangkalpinang di Jalan Rustam Effendi, Kelurahan Selindung Baru, Kota Pangkalpinang, Provinsi Babel.

Daging beku ini dimusnahkan dengan cara dituangi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan disulutkan dengan korek api didalam lubang yang sudah disiapkan.

Baca Lainnya

Plh Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Babel Kompol Andi Purwanto mengatakan, pemusnahan barang bukti yang diamankan pada 14 April 2020 silam ini merupakan daging beku dari Australia.

“Daging beku ini, kami musnahkan karena sudah tak layak lagi diedarkan berdasarkan hasil pengujian oleh Karantina. Ini sudah lama kami titipkan di gudang Bulog,” ujar Kompol Andi Purwanto kepada Rakyat Pos, usai pemusnahan, Senin siang.

Selain itu, menurutnya, pemusnahan juga supaya memberikan efek jera kepada pelaku lain yang mencoba melawan hukum dengan mengimpor daging beku ilegal.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan efek jera bagi pelaku usaha agar tidak main-main mengedar bahan pangan kepada masyarakat. Apalagi ini daging sapi beku impor dari Australia,” kata Andi.

Lebih lanjut Plh Kasubdit 1 Indag mengungkapkan, proses penyidikan terhadap daging beku tanpa dilengkapi dokumen ini telah memasuki tahap 1 di kejaksaan.

“Sekarang ini masih diteliti kelengkapan berkas perkara. Jadi, pemilik barang tidak berkenan hadir karena memang kondisinya sedang sakit, namun yang bersangkutan diwakili kuasa hukumnya,” tambah Andi.

Sementara itu, Kasi Oharda Kejati Babel sekaligus Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini, Retni Natalia menjelaskan bahwa jaksa telah melakukan koordinasi bersama penyidik Polda Babel

“Yangmana terhadap barang bukti berupa daging impor 3,8 ton ini untuk menghemat pengeluaran biaya penyimpanan. Maka dilakukan pemusnahan hari ini,” kata Retni Natalia.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri mengucapkan terimakasih kepada Polda Babel yang telah mengamankan daging beku yang masuk secara ilegal dalam upaya ikut mencegah hama penyakit hewan.

“Penyakit hewan ada yang bersifat Zoonosis juga yang bisa tertular kepada manusia. Dari hasil pemeriksaan laboratorium kami, daging beku ini memang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi sesuai dengan Undang-undang Karantina dengan sengaja tidak dilengkapi sertifikat kesehatan,” jelas Saifuddin.

Dia menegaskan bahwa daging beku asal Australia ini juga tak layak untuk dikonsumsi masyarakat karena cemaran mikroba diatas ambang normal tinggi.

“Jadi, kemarin sudah kami kirimkan sampelnya ke Lampung, hasilnya juga tidak layak dikonsumsi makanya dilakukan pemusnahan,” pungkasnya. (bis/6)

Related posts