Rapid Test Antigen untuk ASN Gratis

  • Whatsapp

Ia menambahkan, di kementerian memang diberlakukan pemeriksaan rutin seperti rapid test setiap bulan, tetapi di Pemprov Babel, kata dia, belum dilakukan setiap bulan, hanya menyasar ASN yang kontak erat dengan pasien positif saja. “Untuk biaya, kita gratiskan, untuk alat swab antigen kita dapat sepuluh ribu dari BPBD, bagi ASN dan masyarakat umum yang tidak mampu, ” demikian Naziarto.

Terpisah, Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menyebutkan pihaknya telah menyampaikan konsep peraturan daerah (perda) yang berisi tentang ancaman denda maupun kurungan pidana penjara bagi pelanggar protokol kesehatan.

Read More

“Saya sudah sampaikan hal ini kepada pak Gubernur dan Ketua DPRD Babel konsep atau naskah tentang perda protokol kesehatan. Ini sudah selesai dan sudah diajukan ke Kemendagri,” kata Anang kepada Rakyat Pos usai konferensi pers di Mapolda Babel, Senin (28/12/2020).

Selain itu, kata Anang yang juga menjabat Wakil Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19 Babel ini, naskah perda prokes tersebut tinggal menunggu disahkan dan disetujui oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Nanti perda ini akan dioperasionalkan di Bangka Belitung,” ujarnya.

Di dalam perda tersebut, ia menjelaskan bahwa telah dicantumkan ancaman denda maupun kurungan bagi pelanggar prokes. “Tentunya, Polri beserta satpol PP ataupun aparat penegak hukum lainnya, baik itu jaksa maupun pengadilan bisa menerapkan itu setelah betul-betul disahkan. Jadi, naskah ini menurut pak Gubernur dan DPRD sekarang sudah ada di Kemendagri dan tinggal menunggu persetujuan saja,” tuturnya.

Lebih lanjut dia merasa pesimis dan tidak akan efektif kalau hanya diberlakukan sanksi lisan dan tulisan bagi pelanggar prokes. “Mudah-mudahan di awal tahun 2021 sudah resmi dan disosialisasikan, kita akan operasionalkan. Tanpa adanya perda, tanpa adanya denda dan ancaman kurungan, saya kira tidak akan efektif kalau hanya sekedar teguran tulisan dan tulis saja,” tutupnya. (nov/bis/10)

Related posts