Rapid Tes Reaktif, Bayi 11 Hari di Belitung Timur Diisolasi

  • Whatsapp

Ibu dan Ayah Bayi Non Reaktif

Ketua Tim Satgas COVID ‪19 RSUD Beltim‬ ‪dr. Hotma Banjarnahor‬ di Ruang Media Center Satgas COVID 19, Senin (8/6/20), saat memberikan keterangan pers. (Foto: Istimewa)

RAKYATPOS.COM, MANGGAR Seorang bayi berumur 11 hari asal Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpaksa diisolasi di ruang khusus RSUD Belitung Timur (Beltim).

Bayi yang terlahir pada 28 Mei 2020 itu, dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid tes oleh Tim Tracking Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluaraga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim, Sabtu (6/6/20).

Ketua Tim Satgas COVID 19 RSUD Beltimdr.Hotma Banjarnahordi Ruang Media Center Satgas COVID 19, Senin (8/6/20), mengungkapkan bayi laki-laki tersebut sebelumnya merupakan hasil tracking dari tenaga kesehatan di Kecamatan Dendang yang terindikasi positif COVID 19.

Baca Lainnya

“Hasil rapid tes bayinya reaktif, namun hasil ke dua orangnya non reaktif. Jadi untuk mencegah terjadinya penularan si bayi kita isolasi di ruang khusus, hingga nanti hasil tes swabnya keluar,” ungkap Hotma sebagaimana rilis Diskominfo Beltim kepada rakyatpos.com, Senin malam.

Namun Hotma menekankan jika nanti hasil swabnya positif, tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa si bayi tertular saat tenaga kesehatan membantu pemeriksaan. Hal ini mengingat bayi melakukan kontak fisik dengan orang banyak.

“Saya belum bisa bilang seperti itu, karena faktornya banyak. Begitu dia lahir hingga saat ini dia bertemu dengan banyak orang. Nah ini yang belum kita tahu dari mana proses penularannya,” jelas Hotma.

Bayi tersebut saat ini kondisinya cukup sehat, meski sebelumnya sempat mengalami gejala penyakit kuning. Saat ini bayi tengah dirawat di ruang isolasi khusus RSUD Beltim. Namun untuk asupan ASI, RSUD Beltim tetap menggunakan ASI ibu kandung.

“Tetap meski terpisah dengan orang tuanya, pasokan ASI-nya tetap kita pakai. Kalau pun orang tuanya ingin menjenguk kami persilahkan namun tetap menggunakan APD,” kata Hotma.

Ruang isolasi RSUD Belitung Timur

Hasil Swab 2 – 6 Hari

 Selain bayi asal Kecamatan Dendang tersebut, Tim Satgas COVID 19 RSUD Beltim juga mengambil sampel swab dari 23 orang lainnya. Ke 24 orang itu sebelumnya dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid tes oleh tracking DKPPKB Kabupaten Beltim.   

Tracking dilakukan kepada seluruh orang yang mempunyai riwayat kontak fisik ataupun dekat dengan pasangan suami-istri pasien positif COVID 19, yang berdomisili di Tanjungpandan namun bekerja di wilayah Kabupaten Beltim.

“Hari ini kita sudah melakukan pengambilan sampel swab dari 24 orang tersebut. Jadwal swab kita lakukan Senin dan Selasa besok, sebelum nantinya sampel kita kirim pada Rabu (10/6/20) dengan menggunakan pesawat,” kata Hotma.

Hasil swab menurut Hotma, baru bisa diketahui 3 – 6 hari ke depan. Mengingat saat ini laboratorium di Balai Besar Kementerian Kesehatan Jakarta banyak sampel yang menumpuk.

“Sebenarnya cuman 2 – 4 hari, cuma sekarang kondinya masih crowded. Yang lab Palembang saja harus mengirim ke Jakarta, jadi mesti antre,” terang Hotma.

Sambil menunggu hasil swab, seluruh Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun ada juga yang diisolasi di RSUD dan Stadion Beltim.

“Kita minta isolasi mandiri dulu. Kalau di RSUD hanya bayi saja, dan ada juga yang menolak isolasi mandiri di rumah jadi kita titipkan di stadion,” ungkap Hotma.

Dari 24 orang tersebut sebagian besar dinyatakan ODP. Hal ini lantaran ada yang memiliki gejala demam disertai batuk pilek, dan gangguan pernapasan.

“Kalau jumlah ODP-nya berapa, OTG-nya berapa datanya belum saya pegang. Kemungkinan besok, soalnya saat ini staf kami tengah sibuk memasukkan data ke sistem on-line,” ujar Hotma.

Saat ditanya kenapa tidak menggunakan metode pemeriksaan PCM seperti di RS Marsidi Judono Tanjungpandan, sehingga hasil pemeriksaan swab dapat ebih cepat, Hotma mengatakan jika RSUD Beltim belum mempunyai alatnya.

“Alatnya yang kita belum punya. Kalau SDM kita sudah mampu dan siap,” pungkasnya. (rls)

Related posts