Ramadhan Bulan Hijrah

  • Whatsapp

Oleh : Mahbub Zarkasyi

Mahbub Zarkasyi

Assalamualikum Wr. Wb
Ramadhan menjadi bulan Hijrah bagi banyak kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Apa itu Hijrah? Khalifah kedua kaum muslim, shahabat yang telah dijamin keimanannya dan dijanjikan Syurga sejak masih hidup di dunia dengan panggilan Amirul mu’minin, yakni Syaidina Umar ibn al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu pernah berkata, bahwa “Hijrah itu memisahkan antara kebenaran dan kebathilan.” (HR. Ibn Hajar).

Spesialnya Ramadhan
Banyak yang berbeda di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Baik kaum muslim maupun orang-orang kafir menjadikan Ramadhan bulan yang spesial. Bagi kaum muslim, Ramadhan dijadikan bulan ibadah, sehingga ibadah setiap muslim menjadi meningkat. Shalat lebih banyak, karena memiliki tambahan shalat Tarawih dan Witir yang selalu tertunaikan. Dengan menunaikan Tarawih dan Witir berjamaah di masjid, secara otomatis shalat Isya’ yang mengiringinya pun dilakukan berjamaah. Sehingga banyaknya masjid tetap saja membuat semuanya penuh dan sesak dengan kaum muslim. Hal ini tak menyurutkan umat muslim meski Ramadhan tahun ini di banyak daerah disambut dengan hujan. Banyak masjid bahkan tak hanya ramai saat shalat Isya, Tarawih dan Witir, shalat Shubuh, Dzuhur, Ashar dan Maghrib pun penuh dengan kaum muslim.
Karenanya kaum muslim sebenarnya banyak yang berhijrah di bulan Ramadhan. Biasanya banyak kaum muslim yang sedikit baca Al-Qur’an, maka di bulan Ramadhan menargetkan minimal sekali khatam. Yang biasanya jarang baca Al-Qur’an, di bulan Ramadhan banyak menargetkan baca Al-Qur’an setiap hari walau hanya selembar. Dan yang biasanya khatam tiap bulan, maka di bulan Ramadhan mereka ada yang mengkhatamkan hingga berkali-kali. Dan bahkan yang sudah banyak hafalan Al-Qur’annya bisa khatam setiap pekan atau mampu baca Al-Qur’an sehari hingga sepuluh juz. Jadilah rumah-rumah kaum muslim terasa adem di bulan Ramadhan karena banyak dibacakan kalamullah. Masjid-masjid setiap selesai shalat fardhu, selalu dihiasi dengan jamaah yang menyempatkan diri baca Al-Qur’an di dalam masjid.
Tak hanya itu, kaum muslimah banyak yang menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk berhijrah dari yang biasa mengumbar aurat, maka ketika Ramadhan menutupi aurat tubuhnya dengan hijab. Kaum muslimah yang sudah berhijab juga, kemudian saat Ramadhan menjadi momentum untuk berhijab Syar’i.
Bila Tarawih dan Witir menjadi shalat sunaah yang membuat kaum muslim biasanya jarang ke masjid, kemudian mengerjakan shalat Isya’ bersamaan dengan sholat sunaah itu dengan berjamaah di masjid. Begitu pun kaum muslim yang biasanya susah bangun untuk menunaikan shalat Tahajud, maka di bulan Ramadhan sebelum/setelah sahur banyak yang mengiringinya dengan Shalat Tahajud selama sebulan penuh.
Tak hanya kaum muslim, orang-orang kafir juga ternyata menjadikan Ramadhan merupakan bulan spesial. Yang punya media, memberikan banyak ruang meramaikan medianya untuk dakwah Islam. Siaran televisi dihiasi dengan lomba hafidz Al-Qur’an dan Tausiyah da’i-da’i cilik atau acara religi Islam lainnya. Begitu juga di media cetak, hikmah Ramadhan pun dibuka banyak rubrik setiap harinya selama sebulan penuh.
Yang berdagang pun menghiasi dagangannya dengan produk-produk kebutuhan kaum muslim di bulan Ramadhan hingga untuk meramaikan hari Idul Fitri kelak. Mereka yang memimpin perusahaan media kemudian mewarnai pakaian karyawan dan pendukung lainnya untuk berhijab. Perusahaan-perusahaan tempat kaum muslim bekerja, termasuk perusahaan orang-orang kafir juga memberikan tunjangan khusus untuk menambah penghasilan karyawannya untuk berhari raya. Bahkan banyak juga yang berhijrah keimanan menunju keimanan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mulai bersyahadat di bulan Ramadhan. Tak tampak juga artis-artis berpakaian seksi di bulan Ramadhan.
Ramadhan penuh dengan keberkahan, bulan penuh dengan keutamaan dan juga bulan yang penuh rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillah di pekan kedua Ramadhan 1438 Hijriyah ini masjid-masjid masih dipenuhi oleh kaum muslim untuk menunaikan shalat Isya, Tarawih dan Witir secara berjamaah. Tiada muncul perselisihan fiqih ibadah. Kaum muslim terlihat bersatu padu. Semua sibuk memperbanyak amal ibadahnya membaur di masjid-masjid walau harus di masjid yang berbeda madzhab. Sungguh terlihat indahnya persatuan kaum muslim.
Banyak juga penguasa di negeri mayoritas muslim ini kemudian melarang segala bentuk maksiat, ketika kaum muslim sedang berpuasa Ramadhan. Tempat prostitusi tutup di siang hari. Tempat penjualan minuman keras dan tempat maksiat bahkan diperintahkan untuk tidak beraktivitas selama bulan suci Ramadhan. Remisi (pengurangan masa tahanan) diberikan pada bulan Ramadhan kepada kaum muslim yang baik perilakunya selama masa penahanan. Dagangan halal pun diatur penjualannya, biasanya tidak buka pada pagi hari, kalaupun harus dibuka maka tidak boleh nampak untuk menghormati kaum muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhannya. Safari dakwah penguasa dengan jajarannya pun hingga ke desa-desa yang jauh dari perkotaan bahkan ke pulau-pulau kecil membuat terasa dekat mereka dengan rakyatnya.

Ramadhan Rasulullah
Baginda kita Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menerima wahyu untuk pertama kali juga di bulan Ramadhan. banyak penyatuan negeri dan kemenangan kaum muslim juga di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu ampunan kepada umat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan seluas-luasnya di bulan Ramadhan. Saat Ramadhan Rasulullah juga banyak di masjid sebagaimana 10 malam terakhir dengan beri’tikaf yang diikuti oleh shahabat-shahabat terbaiknya. Allah dan Rasulullah pun menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang wajib berbagi dimana diwajibkan zakat fitrah.
Begitu indahnya bulan Ramadhan dengan nuansa Islami. Tentu kita merindukan kehidupan dimana seluruh kaum muslim menutup auratnya dengan hijab syar’i. Apalagi bila nuansa Islami ini terus dijalankan oleh seluruh kaum muslim sepanjang tahunnya. Tentu kita merindukan kehidupan sebagaimana kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan kehidupan di era Khulafaur Rasyidin dimana rahmat Allah diturunkan untuk semesta alam. Disana diatur kehidupan masyarakat dan bernegara dengan dijalannkan sesuai Syariah Islam secara kaaffah.

Khatimah
Semoga hijrahnya kaum muslim tahun ini bukan hijrah yang semu, bukan hijrah yang sementara. Yaa Allah, jadikanlah Ramadhan 1438 Hijriyah ini menjadi momentum hijrahnya kaum muslim secara hakiki. Hijrah yang benar-benar memisahkan antara yang haqq dan bathil. Yaa Allah, jadikanlah kami (semua kaum muslim baik penguasa maupun rakyatnya) menjalankan Syariah-Mu secara Kaaffah dalam seluruh aspek kehidupan sebagaimana yang Engkau wajibkan kepada kami. Jadikanlah shaum Ramadhan tahun ini menjadi manusia yang bertaqwa dengan sebenar-benar Taqwa, sebagaimana yang Engkau firmankan dalam ayat tentang kewajiban berpuasa di Surah Al-Baqarah 183. Aamiin… Aamiin… yaa Rabbal’aalamiin. Wallahu ‘alam. (MziS)

Related posts