Ramadhan Bulan al Qur’an

  • Whatsapp

Oleh: Ust. Fajri, S.Pd.I.

Umat islam harus menyadari keutamaan bulan suci ramadhan. Memahami keutamaan ramadhan mendorong muslim memaksimalkan ibadah dengan baik. Dorongan beribadah pada bulan ramadhan akan menghasilkan buah dari ketaqwaan. Ketaqwaan adalah menjadi fokus tujuan beribadah.
Bulan ramdhan kesempatan hamba untuk mengejar ‘bunus’ pahala berlimpah, karena bulan ramadhan dijanjikan pahala belipat. Amalan sunnah dibalas dengan pahala wajib, sedangkan amalan wajib dibalas dengan 70 pahala amalan wajib diluar ramadhan. Semua ini adalah tawaran yang mengiurkan dari Allah Swt. Misalnya, kita bekerja di sebuah perusahan, di mana perusahan tersebut memberikan gambaran kerja dan target yang dicapai. Kemudian perusahanan memberitahukan kepada seluruh pegawai, apabila berhasil bekerja dengan baik dan mencapai target, maka perusahan memberikan bonus satu sampai 70 kali lipat dari gaji pokok. Secara alami seluruh pegawai akan serius bekerja dan fokus mengejar target disebabkan ada kompensasi luar biasa yang dijanjikan perusahan.
Ramadhan adalah bulan al qur’an karena di dalamnya diturunkan al qur’an. Oleh sebab itu, bulan ramadhan menjadi mulia. Allah Swt berfirman yang artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185). Di ayat lain Allah Swt berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar” (QS. Al-Qadar: 1). Dan banyak ayat lainnya yang menerangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan nama syahrul quran (bulanAl-Quran).
Bagi seorang muslim mendekat diri dengan al qur’an bulan ramadhan memilik nilai spritual yang tinggi. Suasana jiwa kaum muslim begitu kuat dengan allah swt. Suasana lingkungan di sekitar mendukung mendorong mendekatkan diri pada al qur’an. Di masjid, televisi, kantor-kantor serta di jalan-jalan menampilkan kebaikan. Bahkan di tempat tersebut kaum muslim menghidupkan membaca al qur’an, menghafalkan, mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan.
kaum muslim di bulan ramadhan semakin dekat dengan al qur’an. Dalam mendekatkan diri pada al qur’an ada 5 tahap yang harus dikerjakan kaum muslim yakni, pertama, membaca al qur’an. Aktivitas membaca al qur’an termasuk amalan sunnah. Membaca al qur’an mendapat pahala satu huruf satu kebaikan, satu kebaikan mendapatkan 10 pahala. Pahala menbaca dilakukan pada di luar bulan ramadhan. Saat ini, kita memasuki bulan ramadhan. Di mana amalan sunnah akan dibalas ditimpal dengan amalan wajib. Rasulullah bersabda : Siapa yang melakukan ibadah sunah, nilainya seperti orang yang melakukan ibadah wajib di selain ramadhan. Dan siapa yang melaksanakan yang wajib, nilainya seperti orang yang melaksanakan 70 kali ibadah wajib di selain ramadhan.
Kedua,menghafalkan al qur’an . setelah membacanya seorang muslim perlahan-lahan menghafalkannya. Manfaat menghafalnya mampu menguatkan aqal manusia dan menjadi penenang jiwa manusia. Minimal digunakan untuk bacaan sholat. Apabila mampu menghafalkan 30 juz itu lebih baik. Ketiga, mempelajari al qur’an. Setelah membaca dan menghafalkannya. Tahap berikutnya memperkuat pemahaman terhadap al qur’an dengan mempelajarinya. Mempelajari kandungan dalam al qur’an agar menjadi petunjuk nilai kehidupan bagi kamu muslim. Memahami kandungan al qur’an baik secara tekstual dan kontekstual sangat penting sehingga mendapat pemahaman konprehensif. Keempat. Tahap berikutnya sikap kaum muslim pada al qur’an adalah dengan mengamlkannya. Wajib bagi kaum muslim menyelaraskan amal perbuatan dengan al qur’an. Amal yang tak selaras mengakibat amal tersebut tertolah dihadapan Allah Swt.
Pada tahap mengamalkan kandungan memang tidak mudah. Tantangan, hambatan, dan ujian akan mendatangi sampai kita semakin yakin terhadap Allah Swt dan al Qur’an. Banyak orang mampu membaca, menghafalkan, mempelajarinya tetapi tak mampu mengamalkan. Mengamalkan membutuhkan keyakinan dan kebiasaan. Menumbuhkan keyakinan dan kebiasaan harus terus menerus, artinya jangan pantang menyerah. Kelima, tahapan terakhir sikap terhadap al qur’an mendakwahkannya. Mendakwahkan al qur’an adalah kewajiban besar. Mendakwahkan atau mengajarkan kepada orang lain agar kamu muslim mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah Swt. Dalam hadits rasul bersabda ; sebaik baik diantara kalian adalah orang mempelajari al qur’an dan mengajarkannya ( HR. Muslim dan Bukhari). Rasul memberika pujian yang luar biasa dihadapan Allah Swt bahwa orang mengajarkan al qur’an mendapatkan gelar sebaik-baik manusia. Semoga bulan ramadhan tahun ini memberikan motivasi kepada kita untuk selalu mendekatkan diri pada al qur’an. Semoga pasca ramadhan tetap istiqamah bersama al qur’an.

 

Related posts