Ramadan Berkah di Tengah Wabah COVID-19

  • Whatsapp
WAHYU HANDAYANI
Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Pemali, Bangka, Babel

Ramadan menjelang tiba, bulan penuh berkah, yang memberi banyak kebaikan, pahala yang berlipat ganda, mendapat ampunan dari segala salah dan dosa, bahkan sebuah janji akan pembebasan diri dari api neraka. Bagi mereka yang beriman dan yang sungguh-sungguh menjalaninya. ”Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan, maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu”. (HR.Ath Thabrani).

Siapa pun bersuka cita menyambut datangnya Ramadan, bulan yang akan hadir membawa sejuta pesona, Ramadan juga menawarkan shaum (puasa), tilawah Alquran, qiyamul lail, zikir, doa dan di bulan Ramadan ada malam qadr, malam penentuan, yang akan menemui setiap orang yang mempersiapkan diri sejak dini untuk menyambutnya. Kemuliaan dan kebaikan yang dihadirkan oleh lailatul qadr tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja, inilah detik-detik istimewa yang di tunggu-tunggu pada bulan Ramadan. Alquran menyebutkan bahwa hadirnya Ramadan membawa kewajiban puasa dengan tujuan agar mereka yang menjalankan meraih derajat takwa.

Sebentar lagi kita akan bersua dengan Ramadan tercinta itu, bulan mulia yang selalu dinanti. Namun kondisi kita saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya memasuki pertengahan sampai akhir bulan sya’ban gaung Ramadan sudah mulai terlihat. Tapi tidak untuk tahun ini, kedatangan tamu mulia itu masih belum terasa, bahkan nyaris terkesan seperti pergantian bulan lainnya, berjalan biasa saja. Hal ini karena kita sedang diuji dengan wabah penyakit yang hampir merata di seluruh dunia yaitu virus corona (COVID-19).

Akankah Ramadan ini tanpa penyambutan istimewa? Biasanya ketika Ramadan datang, selalu memunculkan rumah Allah yang semakin semarak. Berduyun-duyun jemaah memenuhi setiap surau, musala, dan masjid, bahkan sampai luber memenuhi setiap sudutnya. Para bapak, ibu, tua dan muda dengan ringan melangkahkan kaki ke masjid, Subuh, maghrib, isya’ atau tarawih. Semua demi mengejar keberkahan Ramadan yang di dalamnya Allah janjikan pahala bagi yang melakukan kebaikan.

Baca Lainnya

Dengan kondisi yang terjadi sekarang, masjid-masjid mungkin tidak semeriah dan semarak seperti biasanya. Bagaimanapun keadaan kita saat ini, bukan berarti kita lalai akan pertemuan  dengan bulan Ramadan, melainkan kita tetap harus mempersiapkannya dengan matang utuk mendapatkan butiran pahala yang bertaburan pada bulan suci Ramadan ini. Kita jadikan Ramadan momentum untuk mengubah diri. Namun seringkali seseorang memasuki ramadan dan meninggalkanya dalam kondisi kepribadian yang serupa, perilaku maksiatnya tidak berkurang, rutinitas ibadahnya tidak bertambah dan akhlaknya tidak berubah. Shaum Ramadannya yang didapat hanyalah lapar dan haus belaka. Allah SWT telah memberikan peluang yang sangat besar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri lewat bulan Ramadan. Sebuah peluang yang amat sayang bila dilepas begitu saja. Kapan lagi bisa menuai setumpuk keistimewaan yang khusus ditawarkan kala Ramadan?

Keistimewaan Ramadan telah diketahui oleh hampir seluruh umat islam. Namun sayang, sebagian dari kita justru membiarkan keistimewaan bulan ini berlalu begitu saja. Apalagi pada sepuluh malam terakhir, aktivitas-aktivitas menyambut idul fitri seolah mengalahkan segalanya. Tak terpikirkan lagi banyaknya karunia dan banyaknya keutamaan yang Allah SWT berikan pada bulan Ramadan.

Mengetahui keistimewaan Ramadan mudah-mudahan bisa membakar semangat kita untuk menuai pahala sebanyak-banyaknya, walaupun kondisi kita saat ini sedang dilanda bencana wabah COVID-19. Diantaranya ada beberapa ibadah khusus yang ada di bulan Ramadan, di antaranya salat Tarawih, puasa Ramadan, sahur, dan berbuka puasa. Masing-masing memiliki keutamaan sendiri. Tentang salat Tarawih, Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa yang salat (Tarawih) bersama imam sampai selesai (witir), maka dicatat baginya salat semalam suntuk”, (HR.Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan ibnu majah). Mengenai puasa Ramadan, Rasulullah mengatakan bahwa jika kita menjalankan puasa dengan sepenuh iman dan kesungguhan, dosa-dosa yang pernah kita lakukan akan diampuni. Keutamaan orang yang berbuka puasa, seperti tertuang dalam Hadist yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, bila bersegera melakukannya, termasuk hamba Allah yang paling di cintai-Nya. Sedangkan sahur mengandung berkah, ”Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan tinggalkan sekalipun hanya dengan seteguk air,” (HR.Ahmad). Satu lagi hal istimewa dalam Ramadan adalah lailatul qadar, yang dikatakan Allah lebih baik dari seribu bulan. Beribadah di malam lailatul qadar, dengan ketaatan, sama dengan beribadah selama seribu bulan. Selain banyak malaikat yang turun, malam itu juga dipenuhi kesejahteraan hingga terbit fajar.

Walaupun kita masih dalam kondisi bencana virus COVID-19, bukan rintangan bagi kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan banyak beribadah di rumah. Tarawih di rumah serta melakukan amalan-amalan lainnya, tidak akan mengurangi ketaatan kepada Allah SWT. Sungguh Ramadan diutus untuk menolong kita, mempercepat penumpukan bekal kita. Alangkah ruginya orang-orang yang menyia-nyiakan Ramadan, yang menganggap ada atau tidak adanya Ramadan sama saja. Dan setelah digembleng sebulan penuh tetap saja menjadi pendosa. Ingatlah bahwa jika waktu perhitungan tiba, tidak ada seorang pun yang sanggup memberi pertolongan, baik itu harta, suami, istri ataupun orang tua kita. Semoga Allah SWT melindungi dan menyelamatkan kita, ramadan tahun ini memberi keberkahan meski di tengah wabah virus COVID-19, serta mengakhirinya.(***).

Related posts