by

Raih Sukses 5 Ibadah Ramadhan

Oleh : Ari Sriyanto, S.Pd.I
Ketua DPW LDII Bangka Belitung

Ari Sriyanto, S.Pd.I

Bulan Suci Ramadhan adalah samudera indah di mana sejuta mutiara tersimpan. Ramadhan adalah perbendaharaan sakral di mana segala keagungan terpendam. Ramadhan merupakan bulan di mana anekaragamke besaran bersemayam. Ramadhan merupakan cakrawala kudus di mana semesta kurnia tercurahkan. Dan Ramadhanpun jiwa dan raga ditempa dalam raihan kesempurnaan. Bulan Suci Ramadhan akan terus dirindu umat Islam untuk melaksanakan ibadah yang paling dicintai oleh Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah telah menegaskan bahwa: ”puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalas akan pahala puasa itu.”

Ibadah puasa Ramadhan bukan hanya mampu mengantarkan kaum muslimin menyadar ikeagungan bulan Ramadhan, namun harus bisa membawa pada penyadaran makna hakikat persaudaraan dan menumbuhkan kesadaran ketuhanan dan relung-relung kalbu. Karena dalam rangkaian puasa Ramadhan itu diajarkan saling memaafkan sebelum menjalankan, berbagi takjil dan sahur kepada saudara muslim yang kurang mampu, menjalin shilaturahim dan menuanaikan zakat fitrah pada akhir Ramadhan.

Menunaikan puasa Ramadhan bukan hanya sebagai wahana yang dapat mengobati berbagai penyakit kronis hati manusia, seperti riya, takabur, rakus, dengki, su’udlzan, dan pengikis penyakit cinta dunia yang berlebih (hubbuddunya), tapi juga mampu mendapat pencerahan spiritual bagaimana harus bersikap yang semestinya tatkala mendapat nikamat dan ujian, atau ketika tengah menuanaikan ketaatan kepada Tuhahannya.
Puasa Ramadhan itu tidak hanya bermanfaat sebagai perisai bagi orang-orang yang beriman dari nafsu dan berbagai tipu daya setan, tapi mampu menumbuhkan kesalehan sosial, mengembalikan pada fitrah manusia,sekaligus mengingatkan pada fenomena kematian yang tak akan terelakkan. Sungguh akan lebih berkualitas dan bermakna kalau kaum muslimin mampu menjalankan ibadah puasa tahun ini dalam bentuk aplikatif dan memaknai puasa dalam arti yang lebih luas dan mendalam.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di bulan ini segala amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, begitu juga bagi yang melakukan kejelekan maka Allah juga akan melipatgandakan dosanya. Semua umat Islam di bulan ini diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh bagi yang tidak ada udzur sebagaimana Firman Allah SWT “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Agar kamu bertaqwa” (Al -Baqarah:183).

Inilah saat yang tepat bagi kaum muslimin untuk berlomba-lomba mencari dan menabung pahala dengan beramal soleh, melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dengan mengerjakan ibadah wajib, dzikir dan ibadah-ibadah sunnah lebih banyak dari biasanya. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits qudsi yang artinya “Sesungguhnya Tuhan kalian mengatakan: setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus dan berpuasa adalah amalan untuk-Ku dan Aku akan membalasnya” (HR. At-Tirmidzi).

Adapun rangkaian ibadah yang tak boleh terlewatkan di bulan Ramadhan adalah: Petama, Puasa Ramadhan. Allah telah menjanjikan pahala yang besar bagi kaum muslimin yang sukses menjalankan ibadah puasa. Di dalam sabda Nabi SAW dikatakan “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, diampuni baginya dari dosa-dosanya yang telah dahulu” (HR. Bukhari). Sebaliknya gambaran ruginya orang yang tidak sukses berpuasa di bulan ramadhan dapat dilustrasikan oleh sabda Rosulalloh SAW sebagai berikut “Barang siapa yang tidak berpuasa sehari dari Ramadhan selain keadaan yang dimurahkan Allah pada orang maka pahala puasa sehari yang dia tidak puasa tidak mencukupi jika diganti dengan pahala puasa setahun” (HR. Abu Dawud). Kita tentunya termasuk orang yang ingin mendapatkan pengampunan Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dan tidak ingin rugi karena meninggalkan puasa meskipun hanya satu hari. Dengan meraih sukses berpuasa Insya Allah kita termasuk orang yang akan mendapatkan pengampunan.

Kedua, Shalat Tarawih. Sebuah hadits Nabi SAW dikatakan “barang siapa menetapi ibadah (sholat tarwih) di bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, diampuni bagi orang apa-apa yang telah dahulu dari dosanya orang” (HR. Bukhari).

Ketiga, Membaca Al-Qur’an. Nabi Muhammad SAW dibulan Ramadhan selalu mengkhatamkan Al-Qur’an dari awal hingga akhir 30 juz. Nabi SAW pernah bersabda “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabulloh (Al-Qur’an) maka baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipat-gandakan menjadi sepuluh kalinya (HR. At-Tirmidzi).”

Keempat, Lailatul Qadar. Di dalam sepuluh hari yang akhir di bulan Ramadhan, Allah menyediakan satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan (82 tahun) yaitu malam Lailatul Qodar. Karena kita tidak tahu kapan malam Lailatul Qodar itu, maka strategi untuk mendapatkannya adalah meningkatkan amal ibadah kita di sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan rutin melaksanakan i’tikaf didalam masjid. Bahkan sekarang ini banyak ummat Islam yang berburu Lailatul Qadar dengan melakukan umrah khusus 10 hari terakhir Ramadhan di Masjidil Haram. Dengan mempersungguh untuk meraih sukses i’tikaf di sepuluh hari terakhir, kita mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menemui malam Lailatul Qodar.

Kelima, Zakat Fitrah. Menjadi kewajiban kaum muslimin untuk membayar Zakat Fitrah sebelum mengakhiri Ramadhan. Di dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Umar, dia berkata : “Rasul SAWmemerintahkan kepada kami untuk menyerahkan Zakat Fitrah sebelum orang melaksanakan sholat Iedul Fitri, dan Rasulullah mewajibkan zakat sebanyak satu sok gandum atau kurma atau keju kepada laki-laki, wanita, anak kecil, orang tua, orang merdeka atau hamba sahaya dari orang-orang Islam” (HR. Abu Dawud). Kewajiban membayar zakat fitrah berlaku untuk orang Islam mulai bayi yang baru lahir hingga orang tua semua wajib tidak memandang miskin atau kaya. Karena membersihkan harta adalah dengan zakat, sedangkan puasa untuk membersihkan jiwa.
Dengan pedoman meraih sukses 5 ibadah Ramadhan hal di atas, insya Allah kita akan lebih mudah mengarahkan langkah ibadah kita menuju sukses ibadah dibulan Ramadhan. Kendala utama bagi kita biasanya adalah kemalasan, merasa lemah dengan memanjakan tubuh untuk selalu beristirahat, tidur-tiduran, menonton televisi atau bahkan melakukan kegiatan lain yang kurang bermanfaat.

Jadi, memaknai ibadah puasa tentu tidak sekedar menahan makan, minum dan nafsu belaka, namun kiranya perlu ditelisik lebih mendalam lagi agar kaum muslimin bisa menemukan nilai rasa dan pendidikan karakter dalam menunaikan ibadahnya. Ibadah puasa Ramadhan itu bukanhanya sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng spiritual dan penundukan hawa nafsu semata, namun juga sebagai sarana untuk mendidik keikhlasan hati dan jiwa dalam menyambut seruan sang pencipta.(****).

Comment

BERITA TERBARU