PW GP Ansor Babel Gelar Majelis Harakah Fi Ramadhan



2

Tema: Mendaras Pancasila, Menguatkan Indonesia

Fenomena kebangsaan dan kenegaraan belakangan ini tampaknya memerlukan pengentalan pemikiran dan sikap patriotisme yang lebih produktif. Bukan semata menyangkut adanya tarikan kemunduran gagasan atau konsep kenegaraan yang terus dilancarkan oleh kelompok tertentu, melainkan telah menyentuh perkakas prinsip ketatanegaraan dan keberagamaan. Negara yang lahir dan tegak berdasarkan Pancasila sejak keluar dari cengkeraman kolonialisme dan imperialisme, kini terus didera ambisi-ambisi politik kuasa yang dicampur-baurkan dengan manipulasi simbol-simbol keagamaan yang sedikit “hedonistik.”  Parahnya, tak sedikit diantara kelompok yang ambisius ini terus mengklaim dan mempropagandakan secara tendensius bahwa semangat dan tradisi keberagamaan yang berjalan lama dengan spirit ideologi Pancasila, dikategorikan anti-Sunnah, cenderung kafir, bid’ah, hurafat, dan tak layak dipertahankan karena dibawah kendali sistem kenegaraan yang thaghut. Suatu hal yang bukan saja tidak etik dalam perspektif sosial keindonesiaan, lebih dari itu, karena dipenuhi tak sedikit agenda-agenda tersembunyi yang sangat pragmatis dan utopis.
Oleh karena itu, mendaras Pancasila demi menguatkan Indonesia menjadi tanggungjawab seluruh elemen bangsa, wabilkhusus, elemen-elemen yang menjadi bagian penting kesejarahan bangsa ini. Seluruh elemen ini harus merapatkan barisan dan menunjukkan kepada publik dengan tegas bahwa Kita Indonesia, Kita setia ber-Pancasila. Dalam rangka misi luhur tersebut, PW GP Ansor Kep. Bangka Belitung hendak melangsungkan apa yang diistilahkan dengan Majelis Harakah fi Ramadhan.
Kegiatan lebih mengena yakni Diskusi Bersama Di Majelis Harakah Fi Ramadhan, dengan tema “Mendaras Pancasila, Menguatkan Indonesia” di Pangkalpinang, Sabtu (17/6/2017 pukul 16.20 s.d 18.30 Wib, di Hotel Puri 56 Pangkalpinang, berlangsung acara Diskusi Bersama di Majelis Harakah Fi Ramadhan, dengan tema “Mendaras Pancasila, Menguatkan Indonesia”, diselenggarakan oleh PW GP Ansor Kep. Babel, dengan menghadirkan nara sumber KH. Ainur Rofiq al-Amin (Pengasuh Ponpes Tambakberas Jombang. Mantan HTI dan Penulis buku ”Membongkar Proyek Khilafah Ala HTI,” ) dan KH. R. Agus Erwin (ketua PWNU Kep. Babel), dihadiri Masmuni Mahatma (Ketua PW GP Ansor Kep. Babel), M. Darwis Netta (Pembina PW GP Ansor Babel), Riyandi Wahyudi (Sekretaris PW GP Ansor Kep. Babel), Feriyandi (Sekretaris PW GP Ansor Kep. Babel), Wahyu Gusna (Ketua PC GP Ansor Kota Pangkalpinang), Ahmad Syahmirzan (Dewan Penasehat PW GP Ansor Babel), Ust M. Izzudin Zen (tokoh ulama, Ketua Basul Masail PWNU Babel), Ardian (pengurus LDII Pangkalpinang), Zamzibar (Ketua PC PMII Cabang Bangka), (KOPRI PC PMII Cabang Bangka), Suharno (pengurus DMI Pangkapinang), dn sekitar 130 peserta dari pengurus Ansor, Banser, PMII, LDII, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Irmas dan utusan Badan Eksekutif Mahasiswa. 
Dalam kesempatan tersebut, KH Ainur Rofiq mengatakan, dinamika terkait adanya upaya penegakkan khilafah oleh HTI yang berkeinginan mengganti Pancasila dan UUD 1945, HTI dinilai sebagai pemuja khilafah yang dalam penguatan eksistensinya harus membentuk partai sebagai wadah organisasi perjuangannya. Dalam perjuangannya HTI diantaranya selalu melakukan penyerangan dengan argument bahwa organisasinya yang paling benar dan selalu menggiring opini bahwa ormas Islam lainnya seolah-olah mendukung gerakannya. Selain itu, HTI selalu mengkritik tentang Islam Nusantara (yang dibawa para Wali Sanga) dan aktif mengkritik sistem ideologi negara Indonesia (Pancasila). HTI dalam mencapai perjuangannya selalu memanfaatkan dan merekayasa setiap moment kejadian apapun untuk eksistensinya serta mewajibkan bahwa apabila mengakui Islam maka harus ada sistem khilafah. Ormas yang melakukan amar makmur nahi munkar seperti NU tidak sesuai dengan ide khilafah. Menurut HTI organisasi yang benar ialah ormas yang sholeh dan sesuai pandangan HTI. Untuk mendukung ide khilafah, HTI akan menyerang Islam Nusantara karena dianggap sekuler dan kental dengan liberal. HTI tidak akan menampakkan kesetiaan dan mengkritik kepada penguasa dan pemerintahan karena dianggap haram dan fasik. Indonesia termasuk daerah subur untuk menanamkan ide-ide khilafah. Seharusnya HTI dapat bersama-sama membenahi NKRI dibandingkan dengan penegakkan sistem khilafah. Sejak dulu para pejuang dan ulama memperjuangkan NKRI sampai berdarah darah dan tentunya melalui istiqoroh dan ternyata ada ormas yang tidak ikut berjuang untuk NKRI, malah mau merubah ideologi NKRI dan harus ditanggulangi seperti Ormas HTI. 
Sementara itu, Ketua PWNU Kep. Babel, KH. R. Agus Erwin mengatakan bahwa berdasarkan kitab HTI menyatakan bahwa Ideologi khilafah dapat menggantikan ideologi NKRI yang juga harus dilawan dengan pemikiran bukan dengan kekerasan. Tindakan kekerasan malah cenderung meninbulkan simpati kepada HTI. Warga NU harus mempelajari fakta dan data yang jelas mengenai HTI. Ideologi khilafah ditentang di negara jazirah Arab sehingga mencoba menanamkan ideologi tersebut di Indonesia. Ideologi khilafah dapat menggantikan ideologi NKRI yang juga harus dilawan dengan pemikiran bukan dengan kekerasan. Tindakan kekerasan malah cenderung menimbulkan simpati kepada HTI. Warga NU harus mempelajari fakta dan data yang jelas mengenai HTI. Ideologi khilafah ditentang di negara jazirah Arab sehingga mencoba menanamkan ideologi tersebut di Indonesia.
Diakhir sesi. Ust. M. Izudin Zein mengatakan bahwa Ideologi khilafah harus dipelajari secara mendalam sehingga dapat memilah mana yang baik dan yang buruk. NU sangat Pancasilais dan dalam sejarahnya terhadap adanya upaya yang merongrong keutuhan Pancasila dan NKRI, maka akan menjadi garda terdepan dalam mempertahankannya. Diharapkan seluruh umat Islam dapat berpadu dalam upaya memperbaiki Indonesia agar lebih baik dan maju dalam segala pembangunan. 
Tujuan kegaitan untuk menguatkan silaturrahim keumatan di Bulan Ramadhan dan Menyegarkan Pemikiran dan Spiritualitas Berbasis Islam Nusantara dan Pancasila dalam Keindonesiaan. Sedangkan target kegiatan: Transformasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dan Pembumian Nilai-Nilai Pancasila demi penguatan Indonesia dan Penguatan Jejaring (Kader) berdada Pancasila dan bersenjatakan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. (adv)

Print Friendly
No Response

Leave a reply "PW GP Ansor Babel Gelar Majelis Harakah Fi Ramadhan"