by

Putri Bangka Berprestasi, Nuha Peneliti Penuh Inspirasi

BKPRMI Gelar Talkshow “Nuha Berbagi Kisah”

SUNGAILIAT – DPD BKPRMI Bangka menyelenggarakan kegiatan talkshow ‘Nuha Berbagi Kisah’ kepada ratusan peserta yang didominasi anak muda dengan menghadirkan Shofi Latifah Nuha Anfaresi yang akrab di sapa Nuha serta dipandu oleh budayawan muda sekaligus penulis kreatif Ahmadi Sofyan. Bertempat di Aula Mess Pemda Sungailiat, Sabtu (10/2/2018).

Alumni SMAN 1 Sungailiat yang saat ini sedang menempuh pendidikan dijurusan Tehnik Lingkungan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogjakarta bercerita tentang pengalaman dan prestasinya yang mengagumkan. Hasil karya ilmiah Remaja itu, diabadikan oleh sutradara Laura Nix dalam film dokumenter ‘Inventing Tomorow’.

Nuha di undang dan menjadi salah satu pemeran dalam film dokumenter Saundance Film Festival yang berlangsung Januari 2018 d Amerika Serikat. Film dokumenter itu menceritakan sosok Shofi yang resah dengan pencemaran lingkungan karena timah, lalu menemukan invensi filter pasir Bangka untuk mengurangi pencemaran.

Penemuan ini membuatnya terpilih mewakili Indonesia di Intel ISEF 2017 di Los Angeles, USA. Dari 13 ribu karya dari seluruh dunia yang masuk ke panitia, karya gadis kelahiran 8 Juni 2000 ini menjadi salah satu yang terbaik.

Yudha Adinata, pengurus BKPRMI Bangka mengatakan Nuha merupakan sosok anak yang mandiri, dari kecil dia sudah memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menghafal, cekatan dan peka sekali terhadap lingkungannya. Nuha adalah generasi milenial yang dibesarkan dilingkungan BKPRMI Bangka.

“Nuha telah menyelesaikan pendidikan TPA-nya saat duduk di kelas 2 SD, pada saat wisuda Nuha kecil menyampaikan pidato dengan Bahasa Inggris yang memukau ribuan tamu yang hadir. Mantapp, “ujarnya.

Ketika host bertanya kepada orangtua Nuha, mereka menyatakan bangga dan bersyukur atas prestasi yang diperlihatkan putrinya tersebut.

“Alhamdulillah, dia melampaui torehan prestasi saya dan Umminya. Sebagai orang tua kami bersyukur, ketika Nuha bisa membawa nama baik orang tua, keluarga dan Bangsa ,“ujar Ust. Fadillah Sabri yang diamini oleh Umminya Dr. Reniati.

Nuha yang hapal 3 Juzz Al-Qur’an serta karyanya pernah diterbitkan oleh Penerbit Mizan ini berharap remaja-remaja yang ada di Bangka Belitung dapat mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan kapasitas yang ada pada diri masing-masing.

“Jangan cengeng, jangan gampang menyerah, berani keluar dari zona nyaman dan jangan pernah jauh dari Al-Qur’an. Itu kunci yang selalu saya pegang. Hanya meminta kepada Allah, tidak kepada yang lain,” pungkasnya.

BKPRMI Bangka akan terus memberikan ruang khusus kepada remaja-remaja muslim yang berprestasi baik di bidang agama, akedemisi maupun bidang lainnya agar terus bisa mengembangkan diri sehingga kelak akan menjadi ahli dibidangnya masing-masing.(snt/10)

Comment

BERITA TERBARU