Putra Mendiang Pendeta Toboali Ajak Masyarakat Putuskan Mata Rantai Covid-19 di Basel

  • Whatsapp
Moses bersama ibunya yang saat ini sudah sembuh dari covid-19, didampingi didampingi Camat Toboali Sumindar. (foto: raw)

 

*Tetap Tenang, Waspada dan Ikuti Anjuran Pemerintah

Read More

*Berikan Suport Bagi ODP, OTD dan PDP

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Putra mendiang pendeta Toboali, Moses Antonius mengajak masyarakat Bangka Selatan untuk bersama-sama memerangi Covid-19 di Bangka Selatan. Caranya adalah dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah yaitu cuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, menggunakan masker jika bepergian dan lebih baik di rumah saja jika tak penting.

 

“Keluaga kami pertama kali positif covid-19, ayah saya, tapi kami saat ini sudah sehat, sudah 4 kali swab dan negative, tetapi stigma negative terhadap kami yang masih terasa, teman teman saya, lingkungan saya, jemaat gereja, masih ada yang takut sampai saat ini,” keluh Moses di sela sela pembagian sembako bagi OPD dan PDP Senin (18/5/2020) lalu.

 

Ia mengingatkan melawan covid-19 adalah dengan ketenangan jiwa. “Papa saya positif, saya tidak bisa tidur 1 minggu sampai demam, dan waktu demam saya berpikir, saya akan positif, dan imun akan lemah dan turun, sehingga saya berusaha tenang dan Alhamdulillah, Swab saya negatif” kenangnya.

 

Ia menceritakan Ibunya juga yang divonis positif covid-19 di usia 72 tahun. Tetapi dengan penanganan tim medis yang disiplin ibunya sembuh dan sehat kembali. “Sebenarnya dengan imun kita sendiri, covid-19 bisa sembuh, asal kita tenang, jangan bertindak yang membuat ktia ketakutan, pikiran kita macam-macam dan akhirnya imun turun” imbuhnya.

 

Moses menjelaskan manusia diciptakan memiliki kekebalan tubuh sendiri. “Yang penting ketenangan, makan bergizi  dan vitamin, Ikuti himbauan pemerintah, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, kita bisa menang jika bersama, jangan hanya berharap dari pemerintah, TNI-Polri, dokter dan tim medis, tapi kita harus bersama memerangi ini, dan dimulai dari diri kita sendiri untuk disiplin mengikuti anjuran pemerintah” ajaknya.

 

Ia menceritakan di Bangka, ayahnya yang pertama kali positif covid-19. Dampaknya, keluarganya dikucilkan dan dihujat, tapi saat ini sudah selesai dan kembali sehat, apa yang kita alami, sebenarnya tidak terlalu berat, mama saya sehat, dan pulang tetapi dokter, para medis, tetap merawat pasien,” ujarnya.

Related posts