Puluhan TI Rajuk Masih Beroperasi, Jembatan Desa Riding Panjang Terancam Ambruk

  • Whatsapp
Aktivitas tambang ilegal aliran sungai Dusun Simpang Cangkum, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu. (foto: Riski Yuliandri)  

RAKYATPOS.COM, BELINYU – Satpol PP Bangka memberikan peringatan bagi para penambang timah saat menggelar razia di aliran sungai Dusun Simpang Cangkum, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu untuk berhenti beraktivitas, Senin (18/5/2020).

Sekitar 20-an unit tambang jenis rajuk mini terlihat sedang beroperasi di bawah jembatan yang merupakan aset pemerintah desa dan satu-satunya akses penghubung jalan menuju kampung Madura Dusun Simpang Cangkum maupun kebun warga sekitar.

Read More

Tim yang dipimpin Kabid Penegak Perundang-Undangan Daerah, Achmad Suherman dan didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Fredy Hermawan serta dibantu Staf PPUD, Irwandi langsung bergerak menuju ke lokasi setelah mendapat laporan dari ketua RT setempat.

“Hari ini kita langsung pantau ke lokasi dan langsung kita kasih peringatan agar tidak menambang lagi disini karena sangat dekat dengan akses jalan desa,” ungkap Achmad Suherman.

Ia juga mengatakan bahwa pihak RT setempat sudah memberikan surat teguran kepada para penambang tersebut namun tidak digubris.

“Kita sudah ketemu sama RT nya dan mereka sudah menyurati agar dihentikan tapi para penambang tetap beraktivitas makanya kita kesini untuk memantau dan memberi peringatan,” terangnya.

Pria yang biasa disapa Herman itu juga mengatakan pihaknya meminta para penambang untuk membongkar sendiri peralatan tambangnya karena akan merusak akses jalan sekitar.

“Jika terus ditambang maka jembatannya akan putus dan mengganggu aktivitas warga lainnya nanti. Kita minta cari lokasi lain yang jauh dari fasilitas umum,” tambahnya.(mla)

JustForex

Related posts