Puluhan Pemuda Mabuk Diangkut

  • Whatsapp

Kosan Milik AKBP Juga Digeledah

PANGKALPINANG – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Pangkalpinang berhasil mengamankan puluhan pemuda-pemudi yang sedang asyik mabuk-mabukan di pinggir Jalan Depati Amir, depan Hotel Mitra Garden Kelurahan Pintu Air, Kecamatan Rangkui Pangkalpinang, Selasa (13/6/2017) malam.

Selain ditempat itu, razia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pangkalpinang, AKBP Noveriko Alfret Siregar, dan Wakapolres Kompol Dadang Wijaya tersebut juga bergerak ke arena permainan biliar, rumah kos-kosan serta daerah rawan kriminal lainnya.
Menariknya, dalam razia yang mulai bergerak dari Mapolres Pangkalpinang usai pelaksanaan apel ini, petugas dibawah komando Kasat Reskrim, Kanit Provost dan Kasat Lantas itu tak segan-segan ikut menyatroni kos-kosan yang dimiliki oknum perwira polisi bertugas di Polda Bangka Belitung, berpangkat Ajun Komisaris Besar di kawasan Kelurahan Pintu Air Bawah, Kecamatan Rangkui.
Di sana, polisi menggedor satu persatu rumah kos namun tidak mengamankan para penghuninya dan hanya menemui pengelola kos.
“Yang punya kontrakan Pak Haji Soleh. Dia polisi juga,” beber TR, anak pengelola kos-kosan tersebut saat ditemui wartawan harian ini yang ikut meliput razia.
Wanita yang berpenampilan seperti laki-laki itu mengaku, ia dan ibunya sudah menempati rumah kosan itu sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Sudah lama ku tinggal di sini dari ku agik (masih-red) SD sampai ku sekarang lah lulus SMA. Ibu ku juga tinggal di sini. Pak Soleh ngasih kepercayaan kepada ibu kami untuk mengelola tempat ini,” terang perempuan yang menginjak usia 25 tahun itu seraya mengungkapkan dirinya telah ngekos di tempat itu kurang lebih 12 tahun.
Setelah memberi arahan kepada TR agar mengelola dengan baik kos-kosannya dan menjaga kamtibmas, polisi lalu bergerak ke Jalan Depati Amir di depan Hotel Mitra yang kerap kali dijadikan tongkrongan muda-mudi menenggak minuman keras jenis arak.
Satu persatu polisi menggeledah para pemuda yang sedang asyik mabuk bersama para wanita. Di tempat itu terdapat 10 orang laki-laki dan 2 cewek yang mabuk diamankan polisi. Mereka kemudian digelandang ke truk Dalmas untuk dibawa ke Mapolres.
Tidak puas disitu, selanjutnya polisi menuju arena Bilyard Konghin, di Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah yang masih wilayah hukum Polres Pangkalpinang.
Hasil penggeledahan ditempat ini, polisi berhasil menemukan senjata tajam, yakni sebilah pisau dari balik jok motor Yamaha Vixion berwarna biru dengan nopol BN 5482 HP milik seorang pengunjung bilyard.
“Ku orang Terak, baru ni la ke sini karena diajak teman. Tadi baru pulang dari kebon dan kami datang ke bilyard ini ada 4 orang,” aku Bihi (18) yang merupakan pelajar SMK Pelayaran Pangkalpinang kelas X itu kepada petugas ketika ditemukan pisau di motornya.
Ia mengungkapkan, pisau yang dibawanya itu digunakan untuk memotong bibit lada atau sahang di kebun milik ayahnya.
“Untuk bantu bapak di kebon, lupa narok e. Pisau ini untuk motong bibit. Baru ni la. Dak teringet nek narok pak. Surat motorku lengkep pak dan ada di rumah pak,” terangnya.
Setelah didata dan dikumpulkan, para pemain bilyard tersebut disuruh Kapolres untuk berhitung lantas diminta ikut ke Mapolres Pangkalpinang. Sebanyak 21 orang pemuda akhirnya diangkut untuk didata dan diberi arahan.
Kapolres Pangkalpinang menuturkan, razia yang digelar pada malam itu merupakan satu rangkaian operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di bulan Ramadhan.
“Ini merupakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan atau KYD. Sasarannya premanisme, namun kita lakukan kegiatan yang lain ya itu penertiban masalah potensi yang terjadi di masyarakat,” tuturnya usai razia.
Salah satu kegiatan razia itu, menurutnya, polisi mendatangi penginapan dan tempat pemuda-pemudi yang kerap kali berkumpul.
“Salah satunya adalah biliard. Jadi, hari ini kita berhasil mengamankan 32 orang dan 22 kendaraan roda dua. Dalam razia ini, ada satu orang yang kita amankan lantaran kedapatan membawa sajam yang disimpan di balik jok motor,” jelasnya.
Selain mengamankan puluhan laki-laki dan perempuan, polisi juga akan melakukan tes urine bagi pria dan wanita yang terjaring dalam razia.
“Nanti akan kita laksanakan pemeriksaan urine terhadap mereka semua. Jadi, nanti kalau ada unsur pidananya akan kita proses. Tetapi kalau tidak ada, untuk anak-anak dibawah umur, kita panggil orang tuanya dan bikin surat pernyataan. Sedangkan, kalau mereka masih sekolah akan kita panggil pihak sekolah untuk kita buatkan juga surat pernyataan dari pihak sekolah,” pungkasnya. (bis/1)

Related posts