Puluhan Guru K2 Datangi DPRD Babar

  • Whatsapp
Para guru honorer K2 di Kabupaten Bangka Barat saat beraudiensi dengan DPRD dan dinas terkait. Mereka mendatangi DPRD karena bingung dan mempertanyakan perekrutan P3K. (Foto: Hendra Irawan)

Bingung dan Pertanyakan Penerimaan P3K
Baru 46 Pelamar Daftar di SSCN

MUNTOK – Sejumlah guru honorer K2 di Kabupaten Bangka Barat, Kamis pagi (21/2/2019) mendatangi gedung DPRD setempat untuk menanyakan penerimaan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang sekarang sedang ramai direkrut pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
Para guru yang diterima langsung oleh Nendar Firdaus anggota dewan komisi Bidang Pendidikan didampingi Sekretaris Dewan di ruang Banmus DPRD ini mengaku bingung dengan penerimaan P3K, terutama waktu pendaftaran yang singkat, persyaratannya hingga informasi yang kurang jelas.
“Kami meminta penjelasan saja tentang P3K ini, soalnya terkesan buru-buru, informasi kadang hanya lewat WA saja, kami tidak pernah dikumpulkan,” ungkap salah seorang guru honorer K2, Syripah Rodayah kepada anggota DPRD Bangka Barat.
Sementara Kepala BKPSDM Bangka Barat, Heru Warsito ketika hadir bersama pihak Dinas Pendidikan menyampaikan, penerimaan P3K telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2018. Di aturan itu telah dijelaskan bagaimana dan apa saja syarat penerimaan pegawai tersebut.
Dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tahun ini juga menerima P3K guna memenuhi kebutuhan pegawai di lingkungan pemkab. Untuk tahap satu yang diterima yakni P3K bagi tenaga guru, kesehatan, dan penyuluh pertanian yang dibiayai oleh Kementrian Pertanian, totalnya 52 orang.
“Setelah melalui tahapan dan proses hingga tahap terakhir, yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya atau tes CAT berjumlah 46 orang dari 52 orang tadi, selebihnya tidak lolos verifikasi. Itu yang melakukan Menpan RB pusat sana, kami hanya mengumumkan,” jelas Heru
Diterangkannya, untuk persyaratan mendaftar menjadi P3K misalnya guru pendaftar harus berijazah S1 Pendidikan, kemudian bekerja tidak pernah putus per 1 Januari 2005 hingga seterusnya.
“Kami sampaikan ke Dinas Pendidikan tolong sampaikan ke teman-teman K2 yang memenuhi persyaratan untuk melengkapi persyaratannya segera. Kemudian mendaftarkan ke SSCN, sehingga sampai tanggal 17 kemarin yang menguplod atau mendaftar melalui SSCN hanya berjumlah 34 tenaga pendidik, 12 tenaga penyuluh pertanian, berarti jumlah sekarang berjumlah 46, sampai tanggal 17 kemarin, itu hingga hari terakhir pendaftaran,” tuturnya.
Selanjutnya 46 orang pelamar ini akan mengikuti ujian CAT di SMAN 1 Muntok pada 23 Febuari 2019 lusa. Materi ujiannya meliputi tes manajerial, sosiokultural dan kemampuan teknis. Setelah itu tes wawancara integritas.
Nendar Firdaus dalam kesempatan itu menegaskan, permasalahan yang menjadi keluhan para gunu honorer K2 ini sebetulnya hanya komunikasi yang kurang dalam penerimaan P3K.
“Semuanya sudah jelas setelah duduk bersama, jadi tidak ada masalah lagi. Tinggal ibu-ibu, bapak-bapak mempersiapkan untuk proses tes P3K saja,” ujarnya. (wan/1)

Related posts