by

Puluhan Anak TK Kunjungi Kantor Bupati

Puluhan anak-anak dari TK Sejiran Setason, Muntok foto bersama Bupati Bangka Barat Parhan Ali. Dalam menerima kunjungan Anak-anak TK ini, Bupati , H. Parhan Ali, didampingi Sekda Yunan Helmi dan Asisten Pemerintahan dan Sosial, Muhammad Soleh. (foto: hendra).

MENTOK – Puluhan anak-anak dari TK Sejiran Setason, Muntok mengunjungi Kantor Bupati Bangka Barat. Mereka diterima oleh Pejabat Pemkab Bangka Barat yaitu Bupati , H. Parhan Ali, Sekretaris Daerah, H. Yunan Helmi dan Asisten Pemerintahan dan Sosial, Muhammad Soleh.

Lantunan lagu dan tepuk tangan bergema di Ruang OR 2 Setda Bangka Barat, pada Rabu (18/4/2018), tempat anak-anak berkumpul bertemu dengan pejabat Bangka Barat tersebut.

Dihadapan anak-anak TK tersebut, Bupati berpesan agar anak-anak selalu rajin belajar dan mengaji agar menjadi sukses di kemudian hari.

“Semoga anak-anak bisa menjadi generasi harapan Bangka Barat, siapa tahu dari anak-anak ada yang jadi Bupati, gubernur, pejabat bahkan mungkin jadi presiden. Anak-anak harus rajin belajar, mengaji dan sholat. Semua ilmu harus dipelajari” pesan Bupati pada anak-anak.

Menurut Kepala Sekolah TK Sejiran Setason, Seinawati, Kunjungan ini merupakan bagian dari tema pembelajaran anak-anak dengan tema kepemimpinan

“Kebetulan lokasi TK kita dekat dengan Pemkab Bangka Barat. Kita melakukan kunjungan ke kantor Bupati agar anak-anak mengetahui tugas pemimpin daerah, terima kasih Bupati telah menerima dengan sangat baik,” ujar Seinawati.

Berbagai pertanyaan disampaikan oleh anak-anak dalam kunjungan tersebut, seperti tugas-tugas Bupati, guru sekolah Bupati, dan sebagainya.

Seperti halnya disampaikan oleh Aska yang menanyakan mengenai sekolah Bupati. “Apakah Bapak pernah sekolah TK,” tanya Aska dengan gaya polosnya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Bupati langsung merespon dan menjelaskan bahwa dia dulu sekolah di Sekolah Rakyat (SR) karena belum ada sekolah TK.

“Dulu di Kampung Ulu belum ada TK, yang ada sekolah Rakyat (SR). Zaman dulu sekolah tidak pakai buku, pakainya batu tulis. Dulu sekolah tidak pakai sepatu. Kalau sekarang Alhamdulillah sudah enak, anak-anak sekarang semua harus rajin belajar, nanti sudah besar jadi pintar,” harap Parhan. (wan/3)

Comment

BERITA TERBARU