Pulomas Berpeluang Keruk Lagi Muara Air Kantung

  • Whatsapp

Pemkab Bangka Buka Beauty Contest
Baru PT Mitra Hijau Mandiri Berminat

SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka membuka beauty contest bagi perusahaan ataupun pengusaha yang ingin melakukan pengerukan di alur muara Air Kantung, Pelabuhan Perikanan Sungailiat.

Pembukaan kontes ini, untuk mencari perusahaan mana yang berminat melakukan normalisasi dan pendalaman alur muara Air Kantung yang kerap tertutup pasir. Sejak dibuka kontes, baru satu perusahaan yang mendaftar yakni PT Mitra Hijau Mandiri.

Bupati Bangka, Mulkan mengatakan pihaknya sengaja memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin membantu dalam menormalisasi muara tersebut.

“Kita buat sayembara atau beauty contest dengan cara setiap yang berminat harus memaparkan apa saja yang akan dilakukan kedepannya sehingga kita bisa menilai,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (16/10).

Dengan adanya pemaparan tersebut maka tim yang dibentuk oleh Pemkab Bangka menurutnya akan mengkaji lebih dalam, sehingga hasil kerja dari perusahaan yang dipilih nantinya bisa maksimal dan membantu masyarakat khususnya nelayan.

“Kita akan buat tim untuk mengkajinya. Kita inginkan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat kita terkait alur muara ini nanti,” tambah Mulkan.

Saat ini, pengerukan alur muara Air Kantung dikerjakan sendiri dan biaya operasional sendiri oleh pihak PT Pulomas Sentosa. Perusahaan ini hanya memperoleh material hasil pengerukan yang dapat dijual, namun tetap harus membayar retribusi. Namun kerjasama Pemkab Bangka dengan Pulomas tersebut akan berakhir bulan November 2019.

Meskipun begitu, Mulkan mengatakan tidak menutup kemungkinan PT Pulomas akan tetap dipertahankan setelah melakukan pemaparan lagi langkah-langkah pengerukan kedepan di hadapan tim yang dibentuk pemkab.

“Kita disini mencari yang bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat terutama nelayan dengan tidak ada lagi pendangkalan yang terjadi di sekitar alur muara, jadi tidak ada keluhan lagi. Kita juga tentu menginginkan retribusi untuk menambah PAD,” terangnya.

Orang nomor satu di Negeri Sepintu Sedulang tersebut mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memutuskan perusahaan mana yang akan melanjutkan pengerukan alur muara itu.

“Mungkin bisa akhir tahun atau awal tahun 2020 nanti (baru diketahui). Untuk sementara ini kita bisa perpanjang dulu PT Pulomas tiga atau enam bulan sebelum ada keputusan,” pungkasnya.

Nelayan setempat, Samsul Maarif mengaku kurang puas dengan hasil selama 10 tahun dilakukan pengerukan alur.

Menurutnya selama ini beberapa kali nelayan tidak bisa melaut karena mengalami pendangkalan meskipun air laut sedang pasang.

“Saya pribadi merasa kurang puas, kapal besar harus nunggu air pasang dulu baru bisa keluar masuk, tapi beberapa kali juga tidak bisa masuk sama sekali karena terjadi pendangkalan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pemkab Bangka mulai menggelar sayembara siapa yang mau mengeruk alur muara Air Kantung setelah PT Pulomas mengajukan permohonan pengurangan retribusi penjualan material hasil pengerukan.

Permohonan itu disampaikan, lantaran Pulomas terbebani biaya operasional pengerukan setiap hari dalam 24 jam mengeruk muara. Pihak perusahaan merasa rugi telah mengeluarkan biaya sendiri untuk operasional pengerukan, ditambah lagi harus membayar retribusi kepada Pemkab Bangka.

Namun Pemkab Bangka menolak permohonan Pulomas tersebut dan malah berniat menggantikan perusahaan yang akan mengeruk alur muara dengan membuka sayembara. (mla/1)

Related posts