Pulbes Gelar Integrasi Jagung & Tanaman Perkebunan

  • Whatsapp
Pemerintahan Kecamatan Pulau Besar saat menggelar Sosialisasi Integrasi Jagung dengan Tanaman Perkebunan di Kecamatan Pulau Besar Jumat (17/2/2017).(foto: raw).

PULAUBESAR – Pemerintahan Kecamatan Pulau Besar menggelar Sosialisasi Integrasi Jagung dengan Tanaman Perkebunan di Kecamatan Pulau Besar Jumat (17/2/2017).

Pulau Besar yang ditetapkan sebagai kecamatan 3W memang tidak main-main. Visi Wareg atau kenyang atau Kemandirian Ekonomi merupakan upaya kecamatan untuk memperkuat Visi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, yang menekankan pada 3 Misi yaitu kemandirian ekonomi, peningkatan derajat kesehatan dan peningkatan mutu pendidikan.

Sosialisasi melibatkan Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung serta dihadiri oleh Dirjen Perkebunan RI yang diwakili oleh Kepala Bagian Perencanaan.

Edy Subiyantoro memaparkan, Integrasi Jagung dengan tanaman perkebunan pada masyarakat petani se Kecamatan Pulau Besar.

Integrasi ini adalah kegiatan penanaman jagung oleh 400 an orang petani yang tergabung dalam kelompok tani di sela-sela tanaman yang sudah ada, misalnya lada, karet maupun sawit. Penanaman ini, diberi stimulan berupa bantuan bibit jagung dan pupuk.

Edy menyampaikan, kegiatan penanaman jagung di sela-sela tanaman yang sudah ada adalah untuk mengurangi ketergantungan peternak pada pakan ternak impor. Padahal lahan kosong masih sangat luas. Pemerintah melalui Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten akan mengatur regulasi pembelian jagung yang ditanam masyarakat. Bantuan yang diberikan pafa petani adalah bibit jagung dan pupuk.

Bibit jagung ada 2 (dua) jenis yaitu jagung hibrida yang tidak bisa dijadikan bibit lagi dan jagung kompisit yang masih bisa dijadikan bibit. Pupuk akan didistribusikan kekelompok tani melalui rekening berupa uang. Disarankan mulai menanam jagung bulan Maret awal, karena curah hujan masih standart.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Perkebunan Babel, Zola. Katanya, sistem penanaman Jagung ada 2, yaitu sistem tanam jagung di lahan perkebunan dan sistem tanam jagung di lahan pangan. Kecamatan Pulau Besar menjadi kecamatan paling besar menerima program ini, yaitu 405 hektar.

Harapan dari program ini adalah Pulau Besar menjadi pelopor kecamatan mandiri pangan di Babel.

Zola juga mengungkapkan, saat ini, harga Jagung pipil kering yang dibeli oleh pengusaha ternak difasilitasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Rp3.150 per kg. Kegiatan penanaman jagung tersebut merupakan program nasional penanaman Jagung.

Sementara itu, Camat Pulau Besar Sumindar menegaskan, Kecamatan Pulau Besar menyiapkan lokasi untuk program-program pemerintah dalam upaya mempercepat proses kecamatan Pulau Besar Wareg.

Ia juga berharap, setelah penanaman jagung 405 hektar masih ada 2000-an hektar lahan lagi yang harus ditanami. Dan Pulau Besar juga menyiapkan lahan untuk pendirian pabrik pengolah jagung menjadi pakan ternak di Pulau Besar, sekaligus juga menyiapkan koperasi dengan modal cukup untuk mengolah hingga mendistribusikan jagung olahan tersebut kepada konsumen.

Sumindar mengajak seluruh masyarakat Pulau Besar, “mari menanam jagung di kebun kita”.

Kegiatan soaialisasi dihadiri oleh seluruh kelompok tani di wilayah Desa Batu Betumpang.(raw/3).

Related posts