Pulau Tinggi Lepong Jadi Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

  • Whatsapp

 

Rikardo

 

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung akan menjadikan Pulau Tinggi Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan sebagai pilot project dalam pembangkit listrik tenaga sampah (PLTsa).

 

Baca Lainnya

Demikian dikatakan Rikardo, Bidang perencanaan sistem PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung usai menghadiri pelatihan pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik di Kantor Kecamatan Toboali Bangka Selatan, Selasa (7/7/2020).

 

“Untuk pilot project kita di Pulau Tinggi, agar sampah-sampah di Pulau Tinggi ini bisa kita olah, karena Pulau Tinggi ini merupakan destinasi wisata. Jadi masalah sampahnya selesai, masyarakat mendapat manfaat dan pembangkit listriknya juga green,”jelas Rikardo.

 

Ia mengatakan, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTsa) merupakan salah program PLN untuk menuju PLN Babel Green. Caranya adalah menyiapkan salah satu pembangkit listrik berbahan bakar green atau berbahan bakar sampah. “Jadi yang selama ini dianggap orang tidak bermanfaat, jadi kita mencoba mengoptimalkan sampah ini menjadi suatu bahan yang beharga yaitu sebagai sumber energi listrik,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, saat ini progresnya sudah hampir 100 persen. Dan pelatihan pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik merupakan salah satu tahapan untuk menuju pengoperasian.

 

“Jadi ada sinergi dari pemerintah setempat. Dan saat ini dari Camat Toboali Sumindar yang sudah menggerakkan perangkatnya dan KSM yang ada disini untuk bisa bekerja sama dalam pengelolaan sampah menjadi pelet. Jadi bagaimana kita sinergi dengan masyarakat agar mereka juga ikut berperan,” jelasnya.

 

Adapun sampah yang diolah menjadi sumber energi listrik merupakan sampah organik dan anorganik seperti sampah plastik. Dan untuk melistriki Pulau Tinggi selama satu hari dibutuhkan sekitar 1,2 ton sampah.

 

“Ini perpaduan sampah antara sampah organik dan anorganik, jadi hasil pengolahan diukur dulu, sehingga akan didapat berapepa persen organik dan berapa persen anorganik,” katanya. (raw)

Related posts