by

PT Timah Siap Bersaing di Industri 4.0

PANGKALPINANG– Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiharto menyatakan bahwa pihaknya siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Amin sepakat soal perkiraan akan naiknya permintaan timah dunia seiring meningkatnya kebutuhan elektronik.

’’Kami sudah menyadari hal ini. Kami juga terus berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir timah nomor satu di dunia. Saat ini, posisi kita masih berada di nomor dua setelah China,’’ kata Amin, Selasa (12/3/2019.

Menurut dia, ekspor yang dilakukan PT Timah Tbk sepanjang 2018 mencapai 33.250 Metrik Ton (M/T) atau naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 28.732 M/T.

’’Kami juga telah melakukan penambahan alat pengolahan bijih timah untuk meningkatkan kadar Sn dari Ore sebelum dilebur untuk dilogamkan,’’ ucapnya.

Terkait visi green mining, Amin juga menjelaskan, saat ini perusahaan sudah mulai mengarah ke sana. Salah satunya dengan menerapkan alat tambang dengan teknologi yang ramah lingkungan, yakni subsurface mining.

’’Alat ini sudah kita terapkan di pertambangan darat, sedangkan untuk pertambangan laut kami tengah menyiapkan prototype-nya,’’ kata Amin.

Sementara itu, Ekonom Institute Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudhistira mengatakan di era Industri 4.0  PT Timah Tbk sebagai perusahaan BUMN harus mampu bersaing terutama dalam hal pengolahan timahnya. Hal itu nantinya digunakan untuk mempercepat produksi secara konsisten.

’’PT Timah juga perlu melakukan efisiensi rantai pasok yang sebenarnya bisa disederhanakan dengan teknologi. Selain itu, harus dilakukan investasi capital expense (capex) dan memperluas pendanaan,’’ ujar Bima, Selasa (12/3/2019).

Dari sisi internal, Bima menerangkan, PT Timah perlu lebih melibatkan masyarakat misalnya melalui program corporate social responsibility yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat akan lebih concern dan ikut berperan dalam pemenuhan kebutuhan timah dunia.

’’Dan yang tak kalah penting adalah visi green mining atau teknologi ramah lingkungan. Sebab, kedepannya semua sektor akan mengarah ke sana,’’ kata Bima. (rls/fan)

Comment

BERITA TERBARU