PT Timah Rugi Rp8,4 Miliar Gegara Agat, Ajang dan Ali?

  • Whatsapp

Dugaan pemufakatan jahat tersebut tercium, dari terbitnya Akta Pendirian Perseroan Komanditer Nomor 01 tanggal 03 Mei 2019 atas nama CV. Mentari Bangka Sukses. Beberapa hari sebelum terbitnya akta, ternyata Agat telah bertemu dengan Ali Samsuri untuk tujuan memasok pasir timah ke PT Timah.

Read More

Selanjutnya, karena memasok pasir timah harus menjadi mitra dan berbadan hukum, maka Agat sepakat membuat perusahaan yakni CV Mentari Bangka Sukses dengan menunjuk Ajang sopirnya sebagai direktur.

Setelah akta pendirian terbit, Ali melalui stafnya Andika diduga menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor: 017/SHP/UPLB/Tbk/SPK-310/19-S2.4 tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Tindakan itu tentunya tidak mengindahkan Pasal 14 ayat (2) Surat Keputusan Direksi PT Timah Tbk Nomor 1276/Tbk/SK-0000/18-S11.2 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan mitra usaha dalam rangka kerjasama penambangan darat dan penambangan laut di lingkungan PT Timah.

Akibatnya, dalam kurun waktu dari bulan April 2019 hingga Juli 2019, PT Timah telah membayar uang pasir timah yang dipasok oleh CV. Mentari Bangka Sukses sebesar Rp48 miliar lebih. Namun ternyata setelah diselidiki sebanyak 73 ton biji timah yang dikirim Agat melalui CV. Mentari bercampur dengan slag atau terak dan membuat PT Timah mengalami kerugian Rp8,4 miliar lebih.

Dalam dakwaan, Tayudi alias Ajang sebagai direktur dianggap tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dan benar serta tidak mengendalikan penggunaan perusahaan sehingga memperkaya diri orang lain yakni Agustino alias Agat.

Sedangkan Ali Samsuri selaku karyawan PT Timah, juga dinilai sama memperkaya diri Agat sebesar Rp8.405.326.452,16, karena telah memproses pembayaran kepada CV Mentari Bangka Sukses sebesar Rp48.026.647.500,00, padahal mengetahui bahwa perusahaan itu tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi mitra usaha PT Timah sebagaimana ketentuan Pasal 14 Surat Keputusan Direksi PT Timah Nomor 1276.

Sementara Agat dipersalahkan karena dinilai memperkaya diri sendiri dengan memasok bijih timah ke PT Timah menggunakan CV Mentari Bangka Sukses bersama-sama dengan Ali Samsuri dan Tayudi alias Ajang. (ahy)

Related posts