PT Timah Rugi Rp8,4 Miliar Gegara Agat, Ajang dan Ali?

  • Whatsapp
CV. Mentari Bangka Sukses Raup Rp48 Miliar
RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Pengusaha pasir timah di Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agustino alias Agat diduga merugikan PT Timah, Tbk sebesar Rp8,4 miliar, dalam kasus korupsi memasok timah kadar rendah atau slag/terak.

Agat yang kini masih ditahan, dalam waktu dekat segera diadili. Ia bakal disidang serentak bersama dengan Direktur CV Mentari Bangka Sukses, Tayudi alias Ajang dan mantan Kepala Unit Produksi Laut Bangka (UPLB) PT. Timah, Tbk, Ali Samsuri pada Kamis 14 Januari 2020 meski berkasnya terpisah.

Read More

Informasi yang diperoleh rakyatpos.com, baik Agat maupun Ajang–sopirnya yang dijadikan direktur CV tersebut, dan Ali Samsuri sama-sama dijerat Jaksa Penuntut Umum dengan pidana korupsi Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke – 1 KUHP.

Tim Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Kejari Bangka telah melimpahkan berkas perkara ketiga pelaku pada Rabu (6/1/2021) dan terdaftar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang dengan Nomor Perkara 1/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp untuk Ali Samsuri, perkara nomor 2/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp untuk Agat dan Ajang nomor 3/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp.

Agat, Ajang dan Ali Samsuri diduga merugikan keuangan negara yakni PT Timah selaku BUMN, dengan cara “kongkalikong” memasok pasir timah kadar rendah ke Kantor Bidang Pengawasan Tambang dan Pengangkutan Area 1 (Batu Rusa) Unit Produksi Laut Bangka PT. Timah (Gudang Timah Batu Rusa), menggunakan CV. Mentari Bangka Sukses.

Perusahaan dengan direktur Tayudi alias Ajang anak dari M. Ali Thalib ini dijadikan “alat” sebagai mitra PT Timah oleh Agat dan Ali, yang kemudian terhitung dari bulan Mei hingga Juli 2019 telah memasok pasir timah senilai Rp48 miliar lebih. Dari total nominal pembayaran sebesar itu yang masuk ke CV. Mentari Bangka Sukses, senilai Rp8,4 miliar lebih merupakan pasir timah kadar rendah berupa slag atau terak yang merugikan PT. Timah.

Related posts