PT Timah dan Polda Babel Panen Jagung Bersama

  • Whatsapp

BUMN Hadir untuk Negeri

NAMANG – PT Timah Tbk bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) panen jagung bersama di lahan reklamasi bekas tambang di kawasan Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (2/5/2017).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Bhabinkamtibmas Go Green ini dihadiri langsung Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dan Kapolda Babel, Brigjen Pol Anton Wahono.

Riza Pahlevi Tabrani mengaku, pihaknya sangat-sangat mendukung program go green panen bersama pada lahan reklamasi bekas tambang tersebut.

“Kita akan mensupport kegiatan reklamasi pasca tambang ini selain memang kewajiban kami. Kami juga punya kepedulian dengan lingkungan. Kami juga ingin agar lahan bekas tambang ini bisa menjadi lahan produktif,” ujar Riza.

Selain disponsori PT Timah, sambungnya, panen bersama itu turut juga didukung oleh Polda Babel dan pihaknya lainnya. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan lima ekor sapi.

“Dengan dukungan Pak Kapolda, program ini alhamdulillah berjalan dengan baik. Hari ini kita dapat panen raya dan ingin kita duplikasikan program ini di tempat-tempat yang lain,” ungkapnya.

Dijelaskan Riza, program panen bersama tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Bangka Tengah saja, melainkan juga bakal dilaksanakan di semua daerah.

“Kita sudah melaksanakan di Belitung kemarin dan mudah-mudahan bisa diwujudkan di tempat yang lain juga. Terimakasih juga dukungan dari Bank Mandiri yang sudah ikut menyumbang sapi untuk masyarakat di Desa Bukit Kijang ini,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolda Babel, Brigjen Pol Anton Wahono Sudarminto mengungkapkan, ada dua jenis bibit tanaman varietas yang cocok ditanam di eks lokasi bekas tambang itu, yakni jagung dan kacang.

“Nanti rencananya kerjasama dengan PT Timah dan para smelter. Kita sebagai dinamisator dengan PT Timah nanti bisa kita kembangkan. Intinya bisa cepat dirasakan oleh masyarakat disamping ada tanaman keras,” katanya.

Untuk itu Anton mengharapkan, program tersebut kedepan bisa dilaksanakan di semua sektor dan di semua daerah di provinsi itu.

“Sekarang lagi ujicoba tanam. Mungkin dalam waktu satu bulan sudah bisa panen. Jagung ketan yang super ini berasal dari Kendari dan mudah-mudahan nanti bisa kita kembangkan kembali,” harapnya. (bis/)

Related posts