by

PT Timah akan Buka Tambang Open Pit di Damar

-Belitong-267 views

MANGGAR – PT. Timah Unit Produksi Belitung melakukan pertemuan dengan Camat Damar, Belitung Timur, Yulhaidir dan beserta Kades dan masyarakat Desa Mengkubang dan Burung Mandi (13/02/2018).

Pertamuan ini terkait rencana Pembukaan tambang Timah dengan cara teknik Open Pit di wilayah Kecamatan Damar, Kabupaten Beltim oleh PT Timah unit produksi Belitung.

pertemuan yang dilaksanakan diruang rapat DPRS Beltim dipimpin oleh anggota komisi I DPRD Beltim, Koko Haryanto dan Hanjanto Johanes. Serta diikuti oleh instansi terkait lainnya.

Dalam rapat, Koko Haryanto memberikan ruang sepenuhnya antara pihak PT Timah dan Masyarakat Damar untuk saling berdiskusi mengenai rencana pembukaan tambang skala besar tersebut.

Camat Damar, Yulhaidir menerangkan, bahwa Masyarakat itu butuh sosialisasi awal sebelum dilakukan penambangan, “artinya ingin menanyakan bagaimana ke depan program-program timah yang berdampak kepada masyarakat secara langsung, atau mungkin program-program yang selama ini dari desa, mulai tata ruang, hingga CSR, datanya itu harus dilaporkan secara jelas, supaya kita juga dapat menyampaikan kepada Pemerintah Desa bahwa Pemerintah Kecamatan dan Desa tahu besarnya ternyata tahun 2012 sekian miliar atau sekian ratus juta supaya masyarakat lebih merasa transparan.” Terang Yulhaidir kepada RAKYAT POS, usai Rapat dengan PT Timah, di DPRD Beltim. selasa (13/2/2018).

Pada prinsipnya kita sangat mendukung investasi, yang terpenting tatanan administrasi itu harus di susun dari awal, supaya masyarakat bisa mengerti bisa paham, supaya mereka bisa menerima dengan baik.

“Sehingga orang berinvestasi lebih enak, kita punya savety sama-sama, itu yang paling penting,” pungkas Yulhaidir.

Sehingga, rencananya PT Timah akan melakukan sosialisasi ulang ke Desa-desa, itu tahapannya kemudian ketemu di kecamatan lagi, setelah itu baru kita sosialisasi juga, baru didampingi oleh OPD terkait.

“Nanti untuk agenda kita serahkan sepenuhnya ke PT Timah, mereka atur jadwal, menginformasikan kepada Desa jadwal jadwal sosialisasi, kita temukan juga kepada OPD OPD terkait,” ujar Yulhaidir.

Sementara itu, Kepala Unit PT Timah wilayah produksi Belitung, Sigit Prabowo menyebutkan, hal seperti ini mengingatkan sebelum beroperasi, ada hal yang harus di diskusikan, harus clearkan betul, terutama menjelaskan dampaknya.

“Akibat dari penambangan kami terhadap masyarakat, disampaikan dari pihak-pihak kades, kemudian diakomodir dari pihak camat, camat Damar tadi itu benar apa adanya, dan itu saya rasa adalah hal yang wajib kita lakukan, terlepas itu kita punya IUP, kita punya legalitas yang kuat, tapi ada hal-hal yang harus kita lakukan, sosialisasi yang seperti tadi,” jelas Sigit.

Karenanya, PT Timah akan mengatur jadwal untuk mensosialisasikan dari nol kepada masyarakat yang ada di wilayah yang terdampak oleh penampakan besar kami, di mana di kecamatan Damar.

“Jadi, kita semuanya transparan, masyarakat juga tahu apa yang akan kita lakukan, apa yang memberikan bukti efektif positif bagi masyarakat, ini harus kita sosialisasikan, sebelum kita menginjak pada penyusunan AMDAL,” tambahnya.

“Amdalnya ini sebenarnya salah satu pijakan kami PT Timah untuk mengakomodir tambang ini secara khusus dan spesifik. Kalau AMDAL terpadu sudah ada, dan mengakomodir kegiatan penambangan skala Tambang Besar (TB), sebenarnya sudah ada, cuma inisiatif kita aja bikin khusus.

“Untuk layout, rencana penambangan sekitar 500 hektar, detilnya kita akan konfirmasi dengan pihak Desa, kiranya yang akan mengenai dua wilayah desa, Desa Mengkubang dan Desa Burung Mandi. Tapi, untuk luasnya berapa kita belum tahu. Desa Mengkubang berapa, burung mandi berapa, kita belum tahu secara kasar. Dua wilayah itu yang akan kena wilayah penambangan,” tutur Sigit.

Setelah kegiatan ini, pihaknya akan menjadwalkan ulang waktu dan schedulenya, kemudian akan disurati dari pihak kecamatan dan desa, di samping kita melakukan koordinasi secara pasif ke desa-desa, kita ke desa dulu walau Bagaimanapun kita hitung dari yang kecil, dari Desa ini nanti kita bawa ke tingkat kecamatan. (dny/3).

Comment

BERITA TERBARU