by

PT MBR Beri Kontribusi Bagi Nelayan & Pemdes

TUKAKSADAI – Aktivitas pengerukan alur Pelabuhan Sadai oleh PT MBR memberikan kontribusi bagi nelayan maupun pemerintah desa (pemdes) setempat. Hal ini membuat nelayan dan pemdes setempat mengakui tidak berkeberatan dengan aktifitas pengerukan tersebut.

Memet salah seorang nelayan jaring di Sadai mengatakan bahwa dirinya dan kawan-kawan nelayan tidak terganggu dengan aktivitas pengerukan tersebut.

“Kami tidak terganggu dengan pengerukan alur Pelabuhan Sadai, lokasinya kan jauh dari daerah tangkapan kami sekitar 35 mil,” kata Memet kepada wartawan, Jum’at (14/9/2018).

Hal senada diungkapkan oleh Juki nelayan pancing Sadai yang hasil tangkapanya tidak berpengaruh terhadap aktivitas pengerukan. Sementara itu, Hendra, pemilik kapal mengatakan PT MBR juga selalu membantu kegiatan warga Desa Sadai, Penutuk, Pasir Putih dan Tanjung labu.

“Selama ini proposal bina lingkungan untuk nelayan dan masyarakat selalu dibantu PT MBR, semuanya dibantu sesuai dengan kemampuan perusahaan. Keberadaan PT MBR memberikan kontribusi bagi kami,” ujarnya.

Terpisah, Kades Sadai M Amin juga mengakui adanya kontribusi bagi Desa Sadai dan tiga desa lainnya dari PT MBR.

“Pengerukan itu kan sudah disepakati nelayan yang difasilitasi oleh BPD Sadai pada pertemuan di kantor kami beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, kontribusi bagi desa kami dan tiga desa lainnya sebesar Rp3 juta per bulan juga masih jalan,” imbuhnya.

Mardiyanto, Petugas Kesyahbandaran UPP Toboali yang menaungi Pelabuhan Sadai menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan secara resmi baik lisan maupun tulisan yang disampaikan nelayan ke Kantor Syahbandar Sadai terkait keberatan ataupun keluhan nelayan atas pengerukan alur Sadai.

“Sampai saat ini belum ada laporan resmi baik lisan maupun tulisan ke kita, kalau ada akan kita coba bantu fasilitasi untuk menyelesaikan permasalahannya,” pungkas Mardiyanto. (raw/10)

Comment

BERITA TERBARU