PSDKP Amankan Dua Kapal Trawl di Perairan Karang Ajang Basel

  • Whatsapp
Aktivitas kapal trawl (foto: istimewa)

TOBOALI– Sebanyak dua unit kapal trawl berikut 1 nahkoda dan 4 anak buah kapal yang diamankan oleh Kapal Hiu 04 dari Pangkalan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di perairan Karang Ajang Bangka Selatan (Basel) pada Sabtu (30/11/2019) hingga kini masih diamankan di Satwas SDKP Bangka di Pangkalbalam.

Pengawas Perikanan Satwas SDKP Bangka, Misdi mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pimpinan tindaklanjut dari penangkapan kapal trawl.

“Masih diamankan di Pangkalbalam selanjutnya dimintai keterangan terkait kegiatan mereka, kita masih menunggu arahan pimpinan untuk tindak selanjutnya,” kata Misdi.

Dia menyebutkan pada saat penangkapan tersebut, seorang nahkoda sempat melarikan diri sehingga yang diamankan hanya 1 nakhoda, 4 ABK dan 2 unit kapal trawl.

Dalam video penangkapan trawl yang tersebar di media sosial, petugas PSDKP Batam, Roky menjelaskan akibat dari jaring trawl sangat merusak ekosistem laut.

Jaring ini bukan hanya menangkap ikan besar saja, tetapi anak ikan pun masuk ke dalam jaringnya. Selain itu, terumbu karang yang berukuran kecil pun ikut terangkat akibat jaring trawl tersebut.

“Segala jenis ikan masuk dalam jaring trawl ini, ikan ikan kecil serta udang kecil, terumbu karang yang kecil juga ikut naik, kepiting kecil, dan ini tidak bisa digunakan, setelah ditangkap langsung dibuang, ” jelas Roky.

Dia berpesan kepada nelayan agar lebih cermat dalam menankap ikan. Menurutnya jaring trawl ini tidak ramah terhadap ekosistem laut dapat menyebabkan anak ikan, udang serta kepiting mati.

“Nelayan lebih cermat menangkap ikan, jangan sampai ekosistem ikan mati semua, anak cucu kita tidak bisa menikmati lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya berdasarkan pendataan yang dilakukan DKP Babel bersama DKP Basel pada Jumat (4/1/2019) lalu terdapat 150 kapal trawl di Suka Damai Toboali dengan pemilik sebanyak 79 orang. (raw)

Related posts