Proyek Tribun Rp388 Juta Mangkrak, PK belum sampaikan SPJ

  • Whatsapp

Kades Minta Inspektorat Turun Tangan

Kegiatan pembangunan dan peningkatan tribun lapangan bola di Desa Air Ketekok, Belitung senilai Rp388 juta yang mangkrak. (Foto; Bastiar Riyanto)

RAKYATPOS.COM, TANJUNGPANDAN – Proyek peningkatan tribun lapangan bola di Desa Aik Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan dana desa sebesar Rp388.700.300.-, mangkrak.

Penyebabnya, Pelaksana Kegiatan (PK) belum menyampaikan laporan pertanggungjawan keuangan tahap pertama. Akibatnya, pencairan anggaran tahap kedua tidak bisa dikucurkan, dan pembangunan tribun menjadi terhenti.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun rakyatpos.com, Pelaksana Kegiatan Derry Adriansyah sekaligus menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan di Kantor Desa Aik Ketekok, juga mengundurkan diri sebelum sempat membuat laporan pertanggungjawaban keuangan.

Baca Lainnya

Namun tak pelak, mangkraknya proyek pembangunan tribun lapangan bola desa dan berakhirnya waktu pelakasanaan kegiatan, memunculkan spekulasi yang beragam. Kepala Desa Aik Ketekok, Antoni menepis tudingan pembiaran dan dugaan permintaan bantuan uang kepada pemborong yang dialamatkan kepadanya.

“Saya minta agar Inspektorat Kabupaten Belitung tidak menunggu laporan untuk segera turun,” pinta Antoni saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (04/06/2020).

Antoni tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas mangkraknya proyek peningkatan tribun ini. Menurutnya, pihak Pemdes Aik Ketekok sudah berulang kali memanggil Derry Adriansyah sebagai pelaksana kegiatan untuk segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan.

Tapi, hingga kini laporan pertanggungjawaban keuangan tahap pertama sebesar Rp94.773.0000,- yang diminta, tak kunjung disampaikan.

“PK nya sudah kita panggil,” kata dia. Bahkan lanjut Anthoni, pihak Pemdes siap membantu PK untuk menyelesaikan surat laporan pertanggungjawaban (SPJ) tersebut.

“Kalau SPJ sudah disampaikan, Pemdes siap mengucurkan dana tahap berikutnya,” tandas kades didampingi Kasi Perencanaan, Qudrat Imanuddin.

Dari progres di lapangan, proyek ini diakui tidak ditemukan masalah.

“Masalah itu muncul ketika PK belum menyampaikan SPJ, tahapan pencairan dana tidak bisa dilakukan sehingga mangkrak,” sebut Qudrat.

Antoni menegaskan, Pemdes Aik Ketekok berharap niat baik PK untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan, sehingga dana tahap kedua bisa segera dicairkan.

“Kalau SPJ tidak disampaikan, Pemdes berencana untuk menempuh jalur hukum,” ancamnya.

Sementara itu, Ketua BPD Aik Ketekok, Harfanizar mengaku sempat kaget ketika mengetahui surat pengunduran diri PK, Derry Adriansyah. Sebab, sejak pertemuan dengan BPD, tidak ada gejala PK akan mengundurkan diri.

Harfanizar menuturkan, pada 15 Mei 2020 lalu, BPD melakukan pertemuan dengan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan PK. Pertemuan itu atas inisiatif BPD yang meminta permohonan verifikasi faktual administrasi bersama-sama terkait proyek peningkatan tribun ini.

Namun disayangkan, saat pertemuan tidak ada kelengkapan dokumen yang disiapkan PK. “Hingga saat ini janji PK untuk memberikan dokumen tahapan proyek tidak kunjung ada,” tuturnya, Rabu (03/06/2020).

Ia menuding ada pembiaran dari pihak-pihak terkait sehingga tidak ada laporan pertanggungjawaban keuangan PK.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Belitung, Ir. Arpani mengaku belum menerima laporan resmi terkait mangkraknya proyek peningkatan tribun Desa Air Ketekok. Ia baru menerima sebatas informasi.

Mantan Kepala Bappeda itu mengungkapkan, butuh waktu lama untuk melakukan audit dana desa. Karena menurutnya, tugas Inspektorat tidak hanya memeriksa anggaran tapi segala aspek. Belum lagi jumlah petugas audit yang sangat terbatas.

“Kita butuh tenaga audit,” kata Arpani yang menyebutkan saat ini di Inspektorat Kabupaten Belitung hanya ada sekitar 20 orang tenaga audit.

Diketahui, hingga Juni 2020, ada 4 kegiatan yang dikelola oleh PK Derry Adriansyah. Nilai dari 4 kegiatan itu mencapai Rp175.318.100. Mirisnya, dana itu belum ada yang dipertangungjawabkan dalam bentuk surat pertanggungjawaban. Derry sendiri hingga berita ini diturunkan belum berhasil ditemui untuk diminta konfirmasi. (yan)

Related posts