Proyek Timbunan Desa Sungai Padang Molor

  • Whatsapp
PROYEK TIMBUNAN – Beginilah kondisi proyek timbunan lahan dan pemasangan talud untuk lapangan sepak bola di Desa Sungai Padang, Belitung yang molor dikerjakan. Kegiatan tahun 2018 yang dilanjutkan tahun ini sampai molor, diklaim lantaran faktor cuaca. Kades membantah proyek sebesar Rp596 juta itu dikerjakan asal-asalan. (Foto: Bastiar Riyanto)

Kegiatan Tahun 2018, Dilanjutkan 2019
Cuaca Hujan Diklaim Jadi Kendala

SIJUK – Diklaim karena terkendala cuaca, proyek penimbunan lahan dan pamasangan talud untuk lapangan sepak bola di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung terpaksa molor. Curah hujan yang tinggi disebut-sebut sebagai kendala utama terlambatnya kegiatan.

Sebelumnya, lahan seluas 120 meter x 130 meter adalah rawa-rawa yang ditimbun dengan tanah puru dan pasir untuk dibangun lapangan sepak bola. Proyek itu merupakan kegiatan pemerintahan desa tahun anggaran 2018 silam dan dilanjutkan tahun ini.

Dari pantauan Rakyat Pos, Rabu (10/07/2019) truk bermuatan tanah puru dan pasir masih hilir mudik melakukan penimbunan. Masih terdapat tumpukan tanah timbun yang belum diratakan.

Keterlambatan penyelesaikan proyek ini sempat menjadi sorotan media. Bahkan proyek yang menelan dana desa sebesar Rp596.000.000, itu sempat disebut dikerjakan asal-asalan. Namun, Kepala Desa Sungai Padang, Firdaus membantahnya.

Menurutnya, penimbunan rawa-rawa untuk dijadikan lapangan sepak bola sudah direncanakan dan atas persetejuan masyarakat. “Proyek ini sudah direncanakan dengan melibatkan masyarakat dan sesuai dengan RAB,” katanya.

Sebelum melanjutkan proyek ini, Firdaus mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Inspektorat Pemerintah Kabupaten Belitung untuk melanjutkan proyek pada tahun 2019.

“Itu proyek tahun 2018, tapi belum selesai hingga dilanjutkan tahun 2019 ini,” kata Firdaus sembari berharap proyek yang dikerjakan secara swakelola itu bisa cepat selesai. “Harus selesai secepatnya,” ujar dia.

Firdaus menambahkan, setelah selesai penimbunan akan dilakukan pengerasan dan ditanami rumput. “Di areal itu akan dibuat ruang terbuka hijau (RTH) dan tempat bermain anak-anak,” imbuhnya.

Besarnya anggaran yang diterima Desa Sungai Padang dan dugaan adanya penyalahgunaan anggaran oleh pemerintah desa, menjadi perhatian Firdaus. Ia yang sudah memasuki tahun ke tiga sebagai kades mengaku selalu menekankan kepada stafnya untuk efesiensi anggaran, tapi tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. “Kualitas pekerjaan harus bagus,” pungkasnya. (yan/1)

Related posts