Proyek Plat Deuker Sebabkan Banjir

  • Whatsapp
BUKA SALURAN – Beginilah kondisi banjir yang melanda jalan dan permukiman warga Desa Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Senin (3/7/2017). Proyek pelebaran jalan dan pembangunan plat deuker menjadi penyebab terjadinya banjir. Kontraktor diduga menutup saluran drainase, sehingga aliran air terhambat. Tampak operator alat berat yang mengerjakan proyek membuka saluran air saat banjir sudah merendam rumah warga. (Foto: IST/C. Susanti)

Air Jukung Terendam Tiga Jam
Akibat Kontraktor Tutup Drainase

SUNGAILIAT – Hujan lebat yang menerpa Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/7/2017), membuat kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di Kelurahan Air Jukung arah ke Mantung Kecamatan Belinyu, kebanjiran. Air menggenangi jalan dan permukiman warga selama tiga jam akibat hujan deras dari jam 12.00 hingga 17.00 Wib.
Ternyata, penyebab timbulnya genangan air atau banjir mencapai ketinggian 20-50 cm itu, lantaran diduga kelalaian kontraktor pembangunan plat deuker pelebaran jalan di kawasan tersebut. Disinyalir, kontraktor menutup saluran drainase yang menjadi aliran air, sehingga air hujan yang begitu banyak tidak mengalir dan menerjang badan jalan hingga permukiman penduduk.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka,
Ahmad Fauzi tak menampik penyebab banjir di Air Jukung itu karena hujan yang deras selama lima jam dari jam 12.00 Wib sampai 17.00 Wib dan tersumbatnya drainase.
“Karena di sana lagi pelebaran jalan plat deuker sehingga saluran drainase tertutup jadi banjir,” kata Fauzi ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/7/2017) kemarin.
Menurutnya, pihak kecamatan sudah turun memantau ke lokasi banjir. Dan ada belasan rumah penduduk yang terendam air setinggi 20-50 cm selama 3 jam. Namun diakuinya, tidak ada kerugian materil apalagi korban jiwa akibat banjir tersebut dan air juga sudah surut.
Fauzi menuturkan, jika melihat dari pantauan titik rawan banjir, daerah Air Jukung tidak pernah terjadi banjir sebelumnya. Karena itu muncul dugaan banjir melanda disebabkan saluran drainase ditutup atau tidak berfungsi dengan baik akibat proyek yang dikerjakan kontraktor.
“Tapi karena banyak saluran tidak berfungsi karena pelebaran jalan, jadi air naik ke atas. Kampung tengah di Belinyu yang rawan, 2016 sempat banjir,” tukasnya.
Sementara itu, Arman Agus selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka mengatakan, informasi dari Tagana di kecamatan itu, kejadian banjir tidak sampai enam jam.
“SOP kami kalau air tergenang hingga enam jam wajib memberikan bantuan sembako, selimut dari bufferstok yang ada, sesuai SOP yang ada. Kalau tiga jam tidak diberikan bantuan. Bufferstok mengusulkan ke provinsi,” ujarnya.
Dikemukakan Arman, ada dua orang petugas Tagana yang siaga di setiap kecamatan. Dan karena air hanya lewat saja serta banjir tidak mencapai enam jam, jadi hanya satu tagana saja yang turun ke lokasi memantau kondisi banjir. (snt/1)

Related posts