Proyek Irigasi Dungun Raya Retak

No comment 1084 views

Bangunan Jembatan Plat Deuker pada proyek Peningkatan Jaringan D.R Dungun Raya milik Satmikal Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satker SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Babel di Desa Fajar Indah, Pulau Bangka Selatan inilah yang terlihat retak di bagian pondasi. (Foto: Budi Susanto)

Diduga Pondasi tak Kuat
PPK Sempat Marahi Wartawan Konfirmasi

PANGKALPINANG – Belum satu tahun, jembatan Plat Deuker pada proyek Peningkatan Jaringan D.R Dungun Raya milik Satmikal Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satuan Kerja (Satker) SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka
Belitung (Babel) yang terletak di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan (Basel), sudah terlihat retak di bagian pondasi yang berbatasan dengan aliran air irigasi.
Kondisi retaknya jembatan ini diketahui oleh sejumlah wartawan setelah mendapat informasi dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Bangka Belitung (Amak) Babel.
Sesuai data lelang pekerjaan, proyek tersebut menggunakan sumber dana APBN tahun anggaran 2017 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp5.449.820.000 yang diikuti oleh 14 peserta lelang dan dimenangkan oleh PT.
Promix Prima Karya dengan nilai penawaran sebesar Rp4.393.340.000 dan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender.
Ketua Amak Babel, Hadi Susilo kepada sejumlah wartawan mengatakan, bila dilihat dari dokumen lelang, proyek pekerjaan Peningkatan Jaringan D.R Dungun Raya ini belum sampai satu tahun tetapi sudah mengalami keretakan pada bagian pondasinya.
“Ini bisa dikatakan penggalian pondasinya tidak dalam atau tidak digali, sehingga ketika air lewat pondasinya tergerus dan turun dan menyebabkan keretakan itu. Kalau sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kita lihat galiannya harus dalam sampai 2 meter biar tidak tergerus air pondasinya,” jelas Hadi Susilo.
Berdasarkan data Rencana Anggaran Biaya (RAB) Galian tanah biasa pada pekerjaan Bangunan Jembatan Plat Dueker memang harusnya sedalam 1 meter hingga 2 meter. Namun Amak Babel masih meragukan apakah pondasi jembatan plat deuker tersebut sudah sesuai spesifikasi di RAB atau belum.
Tak hanya sampai disitu lanjut Hadi Susilo, kondisi aliran air juga terlihat dangkal dan dipenuhi tumbuhan rumput yang sudah subur. Ada dugaan aliran air irigasi ini hanya digali seadaanya dan tidak memenuhi volume RAB. Sebab untuk
pekerjaan tanah pada RAB Proyek ini terdata pekerjaan Galian Tanah dengan menggunakan alat memiliki kuantitas sebesar 75.792,97 meter kubik.
Hadi Susilo menegaskan, akan mempermasalahkan proyek ini. Sebab katanya jika tidak dikerjakan sebagaimana mestinya, akan merugikan masyarakat, khususnya kelompok tani di kawasan tersebut.
“Jika memang tidak sesuai akan kita permasalahkan. Kita menyorotinya karena ini langsung menyangkut kepentingan masyarakat,”tegas Hadi Susilo.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dungun Raya Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar, Abdul Roni terkait retaknya pondasi jembatan Plat Deuker proyek Peningkatan Jaringan D.R Dungun Raya ini mengaku belum mengetahuinya karena sekarang posisinya masih berada di Jakarta.
Namun menurutnya proyek tersebut memang ada keretakan ketika masih dalam tahap pengerjaan, tetapi sudah diperbaiki oleh pihak kontraktor. Terkait adanya keretakan setelah pekerjaan ini selesai dan dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau penyerahan sementara pekerjaan dari kontraktor kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ia belum mengetahuinya.
Meski demikian Abdul Roni tetap akan mengecek dan melaporkan informasi keretekan jembatan ini kepada instansi terkait yang melaksanakan proyek ini.
Terpisah, PPK Irigasi dan Rawa SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung, Rudi Susilo ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon kepada wartawan mengakui adanya keretakan tersebut, akan tetapi sudah selesai dilakukan perbaikan beberapa waktu lalu.
“Proyek ini memang belum satu tahun dan masih dalam tahapan pemeliharaan, keretakan itu sudah kita perbaiki kok,” ujarnya.
Walau begitu, Rudi sempat marah-marah kepada wartawan dan menuding ada pihak yang membocorkan kondisi proyek ini saat awal konfirmasi dilakukan harian ini. (bum/1)

No Response

Leave a reply "Proyek Irigasi Dungun Raya Retak"