Proses Hukum WNA Malaysia Lanjut

  • Whatsapp

Terlibat Kasus Narkoba
Polisi Segera Limpahkan Perkara ke Kejari
Ko Ati Kantongi Ijin Tinggal Terbatas

PANGKALPINANG – Penyidik Sat Narkoba Polres Pangkalpinang tinggal melengkapi berkas pemeriksaan terhadap WNA asal Malaysia, Ko Ati (63) yang terlibat kasus narkoba jenis sabu. Kalau berkas tersebut lengkap, maka tersangka akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Pangkalpinang untuk proses hukum lebih lanjut.
“Intinya kita tinggal melengkapi berkas pemeriksaan saja. Semua alat bukti sudah lengkap. Kita juga sudah dapatkan hasil pemeriksaan dari BNN Pusat bahwa itu memang sabu. Kalau beres, secepatnya kita serahkan ke Kejaksaan,” kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi didampingi Kasat Narkoba, AKP Bagus KEP seizin Kapolres, AKBP Heru BP saat gelar kasus kemarin (28/2).
Usai gelar perkaranya sendiri, tersangka pun akan segera kembali dititipkan ke Lapas Tua Tunu bersama rekannya yang juga ditangkap yaitu Acin (36). Mengingat masa tahanan di Polres Pangkalpinang sudah sampai batas waktunya dan kemarin pun sudah dititipkan pada saat Pemilukada Babel 2017. “Jadi tinggal tunggu saja, kalau selesai di tahapan pemeriksaan kita, lanjut ke tahapan penyidikan selanjutnya,” kata Kabag Ops.
Selain itu, Aparat Polres Pangkalpinang juga terus mendalami legalitas keberadaan tersangka selama ada di wilayah hukum Polres Pangkalpinang. Tersangka sendiri hanya memiliki fotocopy kartu identitas izin tinggal terbatas yang dikeluarkan oleh Direktotar Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI. Pada kartu identitas tersebut akan berakhir pada tanggal 3 Mei 2017.
Kalau berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka sendiri, dia sudah menetap 8 tahun di Pangkalpinang dan sudah memiliki istri di sini. “Kalau izin tinggalnya, dia ada kartu identitas, sah sampe Mei nanti. Cuma kita tidak bisa katakan ilegal terkait penggunaan paspor, apakah untuk kerja atau wisata. Katanya sih kerja. Kita perlu koordinasikan lagi dengan Imigrasi. Dia sudah ada istri di sini. Kalau sehari-harinya, dia bekerja membantu istrinya di TPI,” ujar Kabag Ops.
Diketahui sebelumnya, seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Ko Ati (63) ditangkap personil Sat Narkoba Polres Pangkalpinang karena kepemilikan narkoba jenis sabu. WNA yang diketahui sudah tinggal 8 tahun di Indonesia ini, dan tinggal di Perumahan Graha Puri Cluster, Selindung ini ditangkap bersama rekannya, Acin (36), warga Air Mawar di tempat pelelangan ikan (TPI), Ketapang pada tanggal 3 Februari 2017 lalu.

Tangkap Kurir dan Bandar Sabu
Aparat kepolisian Sat Narkoba Polres Pangkalpinang kembali menangkap 2 pelaku jaringan pengedar sabu. Mereka adalah Firman (31) dan Nando (28) yang merupakan warga Kelurahan Opas Indag, Kecamatan Taman Sari diamankan pada Hari Kamis kemarin (23/2) di tempat terpisah. Firman ditangkap di depan pujako, Jalan Jenderal Sudirman sedangkan Nando di belakangnya.
“Kita dapatkan informasi bahwa akan ada aktivitas transaksi narkoba yang akan dilakukan di depan pujako. Setelah kita lidik, ternyata benar. Akhirnya 2 orang ini yang terlibat dalam transaksi tersebut kita amankan,” ujar Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi didampingi Kasat Narkoba, AKP Bagus KEP seizin Kapolres, AKBP Heru BP kemarin (28/2).
Kedua tersangka ini pun diamankan tanpa bisa melakukan perlawanan. Keduanya memiliki peran yang berbeda. Awalnya, aparat berhasil mengamankan Firman yang merupakan kurir, pada pukul 11.30 WIB yang sedang menunggu pembeli di depan ruko pujako. Setelah berhasil menangkap Firman, polisi pun langsung menginterogasi. Dari keterangan Firman ini lah diketahui bahwa yang menyuruhnya adalah Nando.
Keberadaan Nando sendiri ternyata tida jauh dari lokasi Firman. Dia menunggu di pondok ayam yang berada di belakang Pujako. Selang waktu 15 menit, giliran Nando yang berhasil diringkus polisi.
“Saat kita tahu bahwa ada transaksi narkoba, kita langsung kerahkan anggota untuk menangkap pelaku. Akhirnya si kurir berhasil kita ringkus yang saat itu sedang menunggu pembeli. Dari pengakuan kurirnya, ternyata ada yang menyuruhnya ada di belakang Pujako. Setelah kita tahu lokasinya dekat, kita langsung gerebek tanpa perlawanan,” terang Kabag Ops.
Dari tangan tersangka, polisi mendapatkan barang bukti berupa 6 paket sabu, 2 unit HP, 1 bal plastil bening dan 1 tas warna coklat. Dari 6 sabu tersebut, 1 paket yang hendak dijual diperoleh dari tangan Firman, sedangkan sisanya yang 5 paket sabu siap edar masih disimpan Nando di dalam tas beserta plastik bening. “Tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke Polres Pangkalpinang. Kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka,” kata Kabag Ops. (das/6)

Related posts