Promosi Jabatan Pemprov Babel Disorot

  • Whatsapp

ASN Nonjob Diperjuangkan ke Kemenpan RB

PANGKALPINANG – Sorotan proses mutasi dan pelantikan ratusan pegawai Pemprov Babel sepekan lalu rupanya belum reda.
Bocor dan viralnya sejumlah nama-nama pegawai di medsos (media sosial) sebelum pelantikan yang masih gonjang-ganjing, hingga kejelasan terkait 15 ASN yang dinonjobkan menjadi sekelumit persoalan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi bersama Komisi I menggelar rapat audiensi bersama Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprov Babel guna meminta kejelasan terkait 15 ASN yang dinonjobkan beberapa waktu lalu.
Amri menyampaikan, para anggota dewan mempertanyakan adanya promosi jabatan dari eselon IV ke eselon III dan dari staf ke eselon IV.
“Kenapa tidak menggunakan teman-teman yang sudah menjabat eselon ini,” kata Amri kepada wartawan usai rapat audiensi di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2020).
Berdasarkan penjelasan dari Baperjakat, disampaikan Amri, promosi jabatan itu dengan mempertimbangkan tingkat pendidikan dan posisi teknis.
“Tidak mungkin misalkan, orang humas ditempatkan di dinas lingkungan hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Amri, pihak Baperjakat sudah melakukan upaya untuk memberdayakan kembali para ASN yang dinonjobkan tersebut.
“Dari 24 ASN yang nonjob tersebut, sembilan sudah terisi, masih ada 15 orang yang belum terisi job nya, dan diupayakan untuk ditempatkan di fungsional,” jelasnya.
Namun, diutarakan Amri, para anggota dewan masih menyoroti alasan lainnya, walaupun promosi ataupun demosi itu merupakan hal yang biasa.
“Tetapi berdasarkan aturan dan kinerja, ada sistem penilaian kinerja, jadi jelas, jangan hanya berdasarkan like and dislike saja, karena ini menyangkut psikologis ASN kita, kemudian citra di mata masyarakat, ” ujarnya.
“Maka kami tadi berharap, proses itu mempertimbangkan dari sisi kebijaksanaan agar mereka yang sudah ditempatkan di eselon itu dapat dimanfaatkan secara maksimal,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ia berharap, para ASN yang di nonjob tersebut dapat betul-betul dapat dicarikan tempat atau posisi yang pas sesuai dengan jabatan mereka ditinggalkan.
“Apakah struktural ataupun fungsional, kalaupun harus menunggu Kemenpan RB, ya kita perintahkan Komisi I mengejar itu agar di Kemenpan dapat segera menyetujuinya,” tukasnya. (ron/6)

Related posts