Profesi Guru yang tak Tergantikan

No comment 249 views

Oleh: Magdalena, S.Pd
Guru Kimia SMAN 4 Pangkalpinang

Magdalena, S.Pd

Kompetensi merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ditampilkan melalui unjuk kerja. Kepmendiknas No. 045/U/2002 menyebutkan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Undang-Undang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah No. 19 (Depdiknas, 2005) menyatakan, kompetensi guru meliputi  kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial.
Guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan tentu harus berkerja keras untuk menghasilkan dan membawa anak didik pada gerbang kesuksesan dan keberhasilan, sehingga akan mengangkat harkat dan martabat bangsa serta dapat membangun Negara ini dengan baik. Rendahnya mutu pendidikan telah memberikan akibat langsung pada rendahnya mutu sumber daya manusia bangsa kita. Karena, proses untuk melahirkan sumber daya manusia yang bemutu hanya bisa melalui jalur pendidikan dan proses belajar yang bermutu. Keberhasilan suatu bangsa dalam membangun mutu pendidikannya sangat ditentukan oleh mutu gurunya. Agar mutu pendidikan bagus, profesi mengajar harus di dasarkan pada adanya kompetensi dengan kualifikasi akademik tertentu.Guru adalah salah satu profesi yang sama sekali dulu bukan menjadi cita-cita Penulis. Karena, Penulis adalah anak dari seorang ibu yang menjadi guru di Sekolah Dasar. Jadi, Penulis sangat merasakan bagaimana rasanya kehidupan jadi anak seorang guru. Tapi, seiring waktu berjalan, akhirnya Penulis pun memilih FKIP sebagai tempat menimba ilmu, dan sekarang akhirnya menjadi guru.
Selama berkuliah, rasanya setiap anak FKIP selalu menjadi bahan ejekan dan jarang dipandang oleh teman-teman fakultas lainnya. Bagi mereka, seorang guru itu tidaklah mengasikan. Namun, sekarang orang berlomba-lomba ingin menjadi guru. Bahkan yang bukan sarjana pendidikan pun rela menjadi seorang guru. Kenapa hal ini bias terjadi?
Ternayata, dalam dua dekade terakhir, tercatat puluhan pekerjaan menghilang dari peradaban. Salah satu penyebab menghilangnya pekerjaan-pekerjaan tersebut adalah akibat dari kemajuan teknologi. Pekerjaan-pekerjaan tersebut telah tergantikan oleh mesin atau oleh sistem komputer. 
Perkembangan teknologi informasi mengubah tatanan kehidupan hampir disemua bidang. Di bidang pendidikan, perubahan ini jelas terlihat. Lantas apakah hal ini juga memungkinkan Profesi seorang Guru juga akan hilang dan tergantikan?
Fenomena siswa belajar dari guru-guru di dunia maya yang berwujud blog, jurnal, ebook, dan jejaring sosial tampak semakin merajalela. Di dunia maya, siswa dapat mengunduh pengetahuan sebanyak yang ia inginkan. Selain itu, mereka juga dapat bertanya apa saja tanpa rasa sungkan dan khawatir akan dimarahi. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kita guru di dunia nyata. 
Namun, setidaknya ada dua hal yang tidak dapat diperoleh siswa dari guru di dunia maya. Yang pertama adalah Keteladanan. Siswa sangat membutuhkan figur yang dapat mengarahkan hidupnya menuju hidup dambaan. Tugas dari seorang guru bukan hanya mendidik siswa dari tidak tahu menjadi tahu, atau dari tidak pintar menjadi pintar, melainkan harus menjadi contoh yang dapat menunjukkan arah, sehingga siswa tidak tersesat. Jika guru mampu memberi contoh yang baik kepada siswa, maka generasi kedepan juga menjadi generasi yang baik.
Hal kedua adalah hubungan personal atau interaksi antara guru dan siswa. Hal ini, tentu tidak dapat tergantikan dengan teknologi apapun. Melalui interaksi ini, guru dapat mengetahui karakteristik siswa, gaya belajarnya, kemampuan belajarnya, sifatnya bahkan apa yang dibutuhkan siswa untuk semakin maju. Dari interaski ini, guru juga dapat memberikan motivasi secara langsung dan nasehat-nasehat hidup untuk menjadi pegangan para siswa dalam menjalani hidupnya kelak. Hal ini, tentu tidaklah bisa mereka dapatkan dari dunia maya.
Dua hal di atas, adalah peluang bagi guru di dunia nyata, agar perannya tidak tergantikan oleh guru-guru di dunia maya. Untuk itu, selain berperan sebagai akademisi, guru juga harus berperan sebagai pembimbing yang memberikan bantuan kepada siswa dalam menapaki kehidupannya. Demikian halnya dengan peran seorang guru sekolah menengah. Guru sekolah menengah memegang peran penting bagi siswa untuk mereka melangkah ke dunia pendidikan mandiri di kampus. 
Masa SMA adalah masa bagi para siswa dimana mereka banyak mengalami perubahan baik dari segi fisik, karakter, sifat ataupun rasa ke ego-annya. Jika pada masa ini, mereka tidak mendapatkan arahan, bimbingan dan dukungan pendidikan yang maksimal dari para guru-guru yang professional, maka mereka pasti akan megalami kesulitan dalam menentukan masa depan pendidikan selanjutnya. Pada masa ini juga, anak-anak sudah mengenal dunia maya dengan sangat hebat, sehingga terkadang mereka lebih menyenangi belajar mandiri dari terbimbing.
Oleh karena itu, sebaiknya guru-guru sekolah menengah semakin dikuatkan dan mendapatkan pelatihan tentang perlindungan terhadap profesi guru sekolah menengah, sehingga guru semakin mencintai profesinya dan semakin mampu menjadi sahabat bagi siswa. Semakin siswa mencintai gurunya, maka mereka akan semakin mencintai pendidikanya, dan akhirnya profesi seorang guru tidak akan tergantikan oleh apapun.(****).

No Response

Leave a reply "Profesi Guru yang tak Tergantikan"