Produsen Arak Girimaya Ditangkap

  • Whatsapp
Kapolsek Bukit Intan saat ikut menggerebek pabrik arak milik Doni alias Awen (35) di Jalan Demang Singayuda, Girimaya, Selasa malam (4/12/2018). Sebanyak 20 drum bahan pembuat arak diamankan. (Foto: Bambang Irawan)

20 Drum Bahan Arak Disita

PANGKALPINANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Intan melakukan penggerebekan pabrik arak milik Doni alias Awen (35) di Jalan Demang Singayuda, Kelurahan Batu Intan, Kecamatan Girimaya Pangkalpinang, Selasa malam (4/12/2018) sekitar pukul 22.00 Wib.
Penggerebekan terhadap produsen arak yang selama ini tak pernah tersentuh hukum tersebut, dipimpin langsung Kapolsek Bukit Intan AKP M. Adi Putra, SH, MH. Alhasil, selain menangkap Doni, polisi mengamankan sedikitnya 20 drum ukuran sedang berisikan bahan mentah pembuat arak dan 3 jerigen berisikan arak berkualitas bagus saat gudang digerebek.
Kapolsek menuturkan, penggerebekan pabrik arak di kawasan tersebut pasca dirinya mendapatkan info dari masyarakat yang menghubungi call siaga Sahabat Intan pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 Wib.
Dari informasi tersebut, diperoleh keterangan bahwa ada penjual dan produsen yang menjual minuman keras (miras) jenis arak.
“Berbekal info inilah, kita langsung meakukan penyelidikan terhadap penjualan maupun produksi miras di wilayah hukum kita. Tim gabungan kita yang terdiri dari Unit Intel, Reskrim dan Bhabinkamtibmas berhasil mengamankan satu penjual, Doni aluas Awen yang juga pemilik gudang produsen arak ini,” ungkap Adi Putra kepada Rakyat Pos disela-sela penggerebekan pabrik itu.
Ia menegaskan, penyidik telah menetapkan Awen sebagai tersangka dalam kasus dugaan melanggar Undang-undang tentang Pangan ini.
“Penjual dan produsen arak ini beserta barang bukti kini kita amankan ke Polsek Bukit Intan guna pemeriksaan lebih lanjut. Kalau pelaku terbukti dengan sengaja mau mengedarkan miras jenis arak tersebut maka akan kita jerat dengan Pasal 204 KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, juncto Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 15 tahun,” tegasnya.
Labih lanjut dikatakan Kapolsek, namun kalau sulit membuktikan dengan pasal tersebut, maka akan dijerat dengan tindak pidana ringan (Tipiring).
“Untuk Tipiring ini ancaman hukumannya 3 bulan. Jadi, Tipiring mengacu Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 2 tahun 2016 tentang Pelarangan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol,” tandasnya.
Sebelumnya, Satuan Sabhara bersama Sat Intelkam Polres Pangkalpinang juga melakukan penggerebakan pabrik arak lain di Jalan Demang Singa Yuda Selasa (4/12/2018) siang. Dalam penggerbekan polisi mengamankan pemilik pabrik Triwanto alias Ayuk (65) berikut dua drum arak siap edar dan dandang penyulingan.
Terbongkarnya produksi pabrik arak yang dikelolah oleh Ayuk itu berawal dari pengembangan pihak kepolisian yang mengamankan Liu yung San alias Assan (71) warga Kelurahan Bintang dan Liu Djiu Siong (53) warga Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Keramat.
“Berawal diamankannya Assan dan kami menemukan 25 botol arak di dalam botol minuman mineral ukuran kecil dan 2 botol ukuran besar, sedangkan di kediaman Liu Djiu Siong ditemukan 12 botol arak ukuran sedang dan 3 botol ukuran besar arak serta corong,” terang Kasat Sabhara Polres Pangkalpinang AKP Nicodemus Brahmana.
Ditambahkan Nicodemus, pihaknya banyak mendapatkan laporan terkait peredaran miras jenis arak di Kota Pangkalpinang.
“Melalui Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan ini kita harapkan bisa menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” tutup Nico seraya menjelaskan tiga orang pemilik sedang dalam pemeriksaan sedangkan arak disita untuk barang bukti. (bis/1)

Related posts