Produksi Padi Bangka Ditarget Naik 15 Persen

  • Whatsapp
Kabid Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Cik Ona

SUNGAILIAT – Dinas Pertanian Kabupaten Bangka menargetkan tahun ini jumlah produksi padi di daerah itu naik 13 hingga 15 persen dari hasil panen sebelumnya. Tahun 2019, diketahui produksi
padi mencapai 8000 ton.

“Rata-rata kita padi ladang, kalau sawah ada tapi memang tidak banyak. Maksimal satu hektar kita bisa menghasilkan empat ton padi tapi ladang lebih sedikit lagi, jadi rata-rata tiga ton per hektar,” kata Kabid Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Cik Ona, Jumat (31/1).

Read More

Saat ini, dia mengatakan, terdapat 2.948,41 hektar lahan sawah dan ladang yang tersebar diberbagai kecamatan di Kabupaten bangka, bahkan enam hektar diantaranya merupakan lahan bekas tambang timah.

“Lahan itu berdasarkan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan-red), terakhir kita buka lahan sawah ini tahun 2016 lalu tapi tahun ini belum ada lagi,” tambah Cik Ona.

Meskipun begitu, pihaknya akan memaksimalkan lahan yang sudah ada agar mencapai hasil yang optimal dengan mengajak petani untuk lebih fokus dalam menggarap sawah dan ladangnya.

“Selama ini mereka (petani-red) menganggap padi ini hanya sampingan saja, mungkin ada kebun sawit, karet atau sahang. Sebenarnya satu tahun bisa sampai tiga kali panen tapi saat ini hanya dua kali saja,” terangnya.

“Sekarang ini seharusnya sudah musim tanam tapi sudah ada beberapa tempat yang panen, April tanam lagi tergantung kondisi cuaca juga. Semuanya ini tergantung dari pengelolaannya, kalau fokus hasil produksi juga akan meningkat,” tambahnya.

Cik Ona menambahkan pihaknya turut melakukan kerja sama dengan BMKG untuk mengetahui prediksi cuaca ke depan sehingga bisa mengambil tindakan untuk petani-petani di Kabupaten Bangka.

“Memang sempat ada yang gagal panen karena kemarau panjang tahun lalu jadi tidak ada bulir padinya tapi tidak banyak. Kita juga akan tetap memberikan bantuan pompa air tahun ini untuk mengantisipasi terjadinya kesulitan air,” jelasnya. (mla/10)

Related posts