Produksi Beras Basel Tahun 2019 Turun

  • Whatsapp

TOBOALI – Produksi beras yang dihasilkan Petani di Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2019 kemarin, mengalami penurunan meski tidak begitu signifikan.

Hal ini disebabkan musim kemarau yang sempat melanda sehingga tanaman padi kekurangan air. Hingga akhir tahun, produksi beras yang dihasilkan petani Basel mencapai 45 ton.

“Tahun kemarin 45 ton produksi kita, turun kalau dibanding 2018, cuma tidak begitu signifikan. Sisa produksi 5 ton, namun beras merah itu masih ada di tingkat petani,” ujarnya, Sabtu (18/1/2020).

Baca Lainnya

Suhadi mengatakan, faktor kemarau juga menjadi penyebab tidak stabilnya pola panen oleh petani. Alhasil Petani di Basel sebagian dua kali panen dan sebagian lagi satu kali panen.

“Kalau Petani di Rias itu dua kali panen. Untuk produksi terbesar beras kita tahun lalu, masih tetap di Desa Rias kurang lebih 24 ton. Sisanya di Kepoh, Serdang dan Pulaubesar,” katanya.

Selain itu, produksi beras juga dihasilkan dari Petani di Pulau Lepar dan Simpangrimba. Di sana, Simpangrimba ada sekitar 300 ha tanaman padi yang telah digarap.

“Kalau masalah harga masih tetap stabil. Cuma kendala petani kita tahun kemarin karena kemarau panjang tadi, jadi tanaman kekurangan air sehingga produksi menurun,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Basel Justiar Noer berharap dengan Rice Milling Plant (RMP) atau mesin penggiling padi yang dilengkapi dengan gudang di Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, dapat menjadi daerah tersebut sebagai sentra penghasil beras.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi RMP di Desa Batu Betumpang bersama dengan Perwakilan Empat Kementerian dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Rabu (4/12/2019) lalu.

“Dengan adanya Gudang RMP ini saya berharap agar nantinya desa Batu Betumpang akan menjadi sentra produksi beras berkualitas karena proses pengupasan gabahnya sudah menggunakan teknologi RMP yang cukup modern,” harapnya.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman yakin Gudang RMP desa Batu Betumpang mampu menghasilkan beras terbaik untuk memenuhi kebutuhan Pasar di Babel.

“Produksi beras lokal kita saat ini kan baru bisa memasok 20 persen kebutuhan lokal kita. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya RMP satu-satunya di Basel ini, nanti mampu memproduksi beras premium setara dengan beras premium dari luar Babel, supaya memiliki nilai jual yang cukup cukup baik, sehingga bisa meningkatkan harga gabah,” tukasnya. (raw/3)

Related posts