by

Pria Sebatang Kara Membusuk di Rumahnya

-NEWS-449 views

Warga Cium Bau Menyengat
Keluarga Tolak Diotopsi

MANGGAR – Baru sebulan lalu warga Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur (Beltim)digegerkan oleh pemuda tewas tergantung di rumah kosong.
Nah, kemarin kembali warga Kelapa Kampit dihebohkan dengan bau menyengat yang ternyata berasal dari rumah pria tua yang diduga telah meninggal berhari-hari di dalam kamarnya.
Penemuan mayat diketahui atas nama Cen Kui Cun (75) tak jauh dari lokasi pertama tepatnya di Dusun Aik Berudu RT.05/02 Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit.
Awalnya, Ayung (44) sempat curiga bahwa Bapak tua yaitu Cen Kui Cun (75) sudah beberapa hari tidak pernah terlihat keluar rumah, ditambah dengan bau yang aneh di kediaman Cen Kui Cun, Ayung segera melapor ke Polsek Kelapa Kampit.
“Memang la berapa hari aku dak pernah melihat A Cun (panggilan Cen Kui Cun, red), jadi aku langsung kasi tahu orang untuk ngecek rumahnya,” ungkap Ayung.
Sementara itu, usai menerima laporan Anggota Polsek Kelapa Kampit bersama pihak keluarga dan warga mendatangi TKP. Meski berkali-kali memanggil pemilik rumah namun tidak ada respon sama sekali.
“Namun tidak ada tanggapan dan atas ijin keluarga, Anggota Polsek Kelapa Kampit akhirnya mendobrak paksa pintu rumah. Dan setelah diperiksa memang benar adanya ditemukan sesosok mayat yang diduga adalah pemilik rumah,” jelas Kapolsek Kelapa Kampit, Iptu Antoni Saputra, SH, MH kepada harian ini.
Seizin Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro SIK, MH, kemudian Kapolsek Antoni menuturkan, pada pukul 12.30 Wib Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Beltim dan Dokter Hilvana dari Puskesmas Kelapa Kampit melakukan identifikasi.
“Dari hasil pengecekan sementara di TKP, tidak ditemukan bekas luka di tubuh mayat. Hasil cek obat obat yang ditemukan di kamar mayat (kamar korban-red) bahwa memiliki riwayat darah tinggi dan stroke,” terang Antoni.
Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi dan meminta agar jenazah dibawa ke Tanjung Pandan untuk disemayamkan.
Usai dibuatkan pernyataan tertulis, jenazah kemudian dibawa ke kediaman keluarga di Tanjung Pandan.
Menurut Antony, sejumlah fakta temuan dilapangan antara lain kondisi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, seorang diri di TKP, korban posisi menunging disamping tempat tidur, lampu dalam keadan mati, dan dari kalender terakhir yang sobek tertanggal 09 April 2018,” tandas Antoni. (dny/6)

Comment

BERITA TERBARU