by

Presiden Resmikan Bandara Depati Amir dan KEK Tanjung Kelayang, Gubernur Erzaldi Ucapkan Terima Kasih

-Moment-145 views

PANGKALPINANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meresmikan Bandara Depati Amir dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung.
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Presiden Jokowi pada Kamis (14/3/2019) di Ruang Chek ini Bandara Depati Amir itu, dilakukan setelah beberapa saat Presiden bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan rombongan tiba di Bandara Depati Amir dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Pukul 08.30 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.
Setelah meresmikan Bandara, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Erzaldi, sejumlah Menteri dan unsur Forkopimda Babel, meninjau Bandara Depati Amir.
Presiden Jokowi kepada para awak media mengatakan, Terminal Bandara Depati Amir sudah sangat representatif dan harus dibangun kembali dengan kapasitas 3 juta penumpang di sayap kanannya.
“Bandara Depati Amir di Bangka Belitung ini, kalau kita lihat sudah sangat representatif untuk sekarang, dengan kapasitas 1,5 juta. Tetapi, penumpangnya sudah lebih hingga 2 juta, sehingga ini dibangun lagi sebelah kanan dengan kapasitas 3 juta penumpang, dan ditargetkan tahun 2020, ini selesai,” ungkap Presiden.
Selain itu, Presiden juga memerintahkan untuk membangun sayap kiri Terminal Depati Amir dengan penambahan kapasitas 2 juta penumpang, sehingga seluruh Bandara nantinya memiliki kapasitas 5 juta penumpang.
“Kita harus mendahului pertumbuhan penumpang yang tumbuh sangat baik di Babel ini. Kita harapkan dengan siapnya sarana terminal di Bandara Depati Amir ini, wisatawan akan semakin banyak,” terangnya.
Presiden Jokowi juga mengharapkan, pengembangan sarana Terminal Depati Amir ini dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Babel, terlebih saat ini, di Provinsi ini ada KEK Tanjung Gunung dan Tanjung Kelayang (Belitung), yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.
Dengan KEK ini juga, dijelaskan Presiden Jokowi, dampak Pariwisata ini kelihatan sekali, khususnya para Investor yang akan masuk.


Selain itu, Presiden juga mengharapkan ekonomi bisa tumbuh dengan adanya KEK Tanjung Kelayang ini.
Selesai meresmikan Bandara Depati Amir dan KEK Tanjung Kelayang di Ruang Chek In Bandara Depati Amir, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, dan rombongan didampingi Gubernur Erzaldi bersama Melati Erzaldi, menyerahkan sebanyak 2.081 Sertipikat Tanah kepada masyarakat di Pulau Bangka, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.
Penyerahan Sertipikat Tanah oleh Presiden didampingi Gubernur Babel Erzaldi Rosman, di GOR Sahabuddin, dilakukan secara simbolis kepada kepada 12 orang perwakilan penerima sertipikat tanah dari dari Kabupaten /Kota yang ada di Pulau Bangka.
Presiden Jokowi dalam arahannya pada keesmpatan itu, berpesan agar Sertipikat Tanah yang diterima ini digunakan sebaik – baiknya.
“Sertipikat ini adalah tanda bukti hak hukum tanah yang kita miliki. Jadi, tolong nanti di fotocopy, jangan lupa simpan yang foto copy dan yang asli, kalau yang asli hilang masih punya foto copy, dan mudah ngurusnya lagi ke BPN,” saran Presiden Jokowi.
Selain itu, Ia juga menyarankan, kepada penerima sertipikat apabila akan dijadikan agunan pinjaman di bank, diperhatikan peruntukkannya untuk apa, dan apabila untuk memodali usaha agar diperhitungkan kemampuan pembayaran bulanan yang akan dilakukan.
Terkait dengan program penyerahan Sertipikat Tanah di seluruh Indonesia, Presiden Jokowi menargetkan pada tahun 2025 tanah di Indonesia akan terdaftar seluruhnya.
Sementara itu, Gubernur Erzaldi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi beserta rombongan ke Babel.
“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel beserta seluruh masyarakat Negeri Serumpun Sebalai mengucapkan selamat datang dan terima kasih, yang sebesar-besarnya atas perkenan Bapak Presiden beserta Ibu Negara dan rombongan untuk berkunjung dan menyapa masyarakat Bumi Serumpun Sebalai, dan Bumi Laskar Pelangi,“ ucap Erzaldi.
Terima kasih juga disampaikan Gubernur Erzaldi, karena Presiden telah berkenan untuk meresmikan Terminal Baru Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Kelayang, Belitung, dan penyerahan Sertipikat Tanah kepada masyarakat, serta penyerahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat.
Kehadiran Presiden RI ini, ditambahkan Gubernur Erzaldi, merupakan momentum bagi Pemprov Babel beserta seluruh stakeholder untuk lebih memberikan perhatian pada upaya menciptakan diversifikasi pembangunan di Babel.
“Selama ini, harus kami akui, Babel masih sangat tergantung pada satu sektor yaitu pertambangan timah saja, sedangkan di sektor-sektor lain belum sepenuhnya dimanfaatkan. Tetapi, ke depan secara bertahap Pemprov Babel bersama masyarakat melakukan upaya mentransformasikan usaha pertambangan ini ke pariwisata,“ ungkap Gubernur Erzaldi.
Untuk itu, Gubernur menyampaikan, permohonan dukungan Presiden terhadap apa yang menjadi harapan masyarakat Babel.
Gubernur Erzaldi juga menyampaikan permintaan kepada Presiden Jokowi untuk membantu Babel berkenaan dengan beberapa hal melalui Pantun, satu diantaranya membangun jembatan yang menghubungkan Babel dengan Pulau Sumatera.
Setelah menyerahkan Sertipikat Tanah kepada 2.081 masyarakat di GOR Sahabudin, Presiden Jokowi melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya yaitu menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat di Pulau Bangka, yang dilaksanakan di STIMIK Atmaluhur, Pangkalpinang.(Lulus/Sentosa/Humasprov/Adv).

Presiden Jokowi Minta Keluarga Penerima Manfaat PKH Bijak
PANGKALPINANG – Presiden Joko Widodo meminta para keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bijak menggunakan dana bantuan sosial (Bansos) yang diberikan pemerintah. Presiden juga mengingatkan, dana bantuan tersebut dimaksudkan untuk membantu keluarga prasejahtera dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehatan bagi keluarga dan anak-anak.
“Perlu saya ingatkan lagi bahwa yang namanya Program Keluarga Harapan (PKH) ini diberikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan gizi,” kata Presiden saat menyerahkan kartu PKH di Grha Sasana Kasih, STMIK Atma Luhur, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).
Kepala Negara berharap bantuan tersebut dapat membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Indonesia. Selain itu, bantuan tersebut juga dapat digunakan untuk menjaga sekaligus memperbaiki kondisi gizi anak-anak keluarga penerima manfaat.
“Kita tidak ingin anak-anak kita ini kurang gizi. Anak-anak kita ini enggak boleh stunting. Anak-anak kita harus tetap diberikan gizi agar sehat, pintar, cerdas, agar bisa sekolah,” tuturnya.
Sementara dalam laporannya, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa acara penyerahan kali ini dihadiri oleh kurang lebih 1.000 orang penerima manfaat PKH.
“Peserta yang hadir pada acara ini sebanyak 1.000 orang terdiri dari 72 ketua kelompok PKH, 928 KPM PKH dari 7 (tujuh) kecamatan, dan 200 SDM PKH dan BPNT beserta undangan,” ujarnya.
Agus juga melaporkan, bantuan sosial PKH tahap pertama di tahun 2019 untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah disalurkan sebesar Rp33,7 miliar. Adapun untuk Kota Pangkalpinang sendiri, telah tersalurkan sebesar Rp5 miliar dengan rincian bantuan PKH senilai Rp4,4 miliar dan Bantuan Pangan Nontunai sebesar Rp588 juta.
Berbeda dengan implementasi PKH di tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun ini, selain bantuan tetap yang besarnya mencapai kurang lebih Rp1,5 juta per keluarga tiap tahunnya, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan dana tambahan yang besarannya disesuaikan dengan indeks bantuan sosial PKH.
Dalam indeks tersebut ditetapkan bahwa penerima manfaat akan menerima tambahan dana bila dalam satu keluarga terdapat ibu hamil, anak usia dini, anak usia SD hingga SMA, anggota yang mengalami disabilitas berat, serta lansia.
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, dalam kesempatan sama mengaku sangat bahagia atas hadirnya Presiden Jokowi ke Babel. Ia berharap kunjungan ini, mampu memberikan sosialisasi yang spesial, dimana masyarakat Babel tidak hanya bahagia menerima bantuan, tetapi juga Presiden Jokowi yang langsung hadir.
“Bangsa ini, akan menjadi terus membesar, karena adanya kepedulian langsung dari Bapak Presiden. Saya berharap, mudah – mudahan bantuan yang diberikan ini, mampu terus bisa meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat Babel,” kata Gubernur Erzaldi.
Turut hadir dalam kegiatan penyerahan Bantuan Program PKH di STIMIK Atmaluhur tersebut, Ibu Negara Iriana Jokowi, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Kepala Staf Kepresidenan, unsur Forkopimda, Walikota Pangkalpinang, Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi, Penerima Bantuan Sosial PKH dan BPNT Provinsi Babel, dan unsur terkait lainnya.(Pers SetPres/Imam)

Comment

BERITA TERBARU