PPN Ambil Alih Petak Kios, Diprotes

  • Whatsapp

Alasan Sudah Berpindah Tangan
Batalkan Kontrak Lama
Pedagang Nilai Semena-mena

TANJUNGPANDAN – Puluhan pedagang di lingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan Kabupaten Belitung mulai resah.
Pasalnya, pihak Pelabuhan Perikanan melakukan aksi penertiban pedagang yang berjualan di petak kios milik PPN dengan mengambil alih petak-petak kios yang disewakan kepada pedagang yang disinyalir dialihkan kepada pihak lain.
Pihak pelabuhan beralasan banyak pedagang yang sudah mengalihkan kios kepada pihak lain. Bahkan beredar kabar bangunan milik Pelabuhan Perikanan Nusantara itu sudah dijual oleh oknum pedagang hingga ratusan juta rupiah kepada pihak ketiga.
Diketahui, ada lebih dari seratus pedagang yang berjualan berbagai macam barang dagangan disitu, mulai dari makanan dan minuman hingga peralatan nelayan.
Penyewa diwajibkan membayar sewa petak kios dengan harga bervariasi tergantung luas bangunan. Pada tahun 2014 harga sewa untuk kios ukuran 12 m2 seharga Rp. 1.500.000,- pertahun sesuai kontrak dengan koperasi KPRI-korpelikan.
“Semula harga sewa petak hanya Rp400.000, belakangan naik Rp1.500.000,” kata seorang perwakilan pedagang, Hidayat saat mengadukan persoalan tersebut di kantor perwakilan Rakyat Pos, Belitung, Senin (13/05/2019).
Hidayat mengaku sudah menyewa kios sejak tahun 2016 lalu merasa heran kios atas namanya sudah berpindah tangan. Hal yang sama juga dialami pedagang lain, Rusli.
Sementara itu, Yolanda yang berdagang berbagai merk mesin dan peralatan nelayan mengaku kecewa dengan pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara.
Menurutnya, seyogyanya pengambilalihan kios miliknya ada pemberitahuan terlebih dulu.
“Jangan tiba-tiba diambil alih, harus diberitahu apa kesalahan kita,” sesal Yolanda.
Lebih dari seratus petak kios milik Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan yang disewakan kepada pedagang. Dan ada 4 pabrik es di wilayah itu.
Awalnya petak kios itu bawah naungan koperasi mitra PPN dan ada yang langsung kontrak dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara. Tapi sejak tahun 2018 lalu sewa petak kios langsung dibawah Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan.
Terkait penertiban petak kios pedagang, Kepala TU Pelabuhan Perikanan Nusantara, Tito Erza Laksana, menegaskan bahwa pihaknya telah menertibkan 89 petak kios.
Dikatakan Tito, petak-petak kios itu telah berpindah tangan, bahkan ada sudah sampai tangan kedelapan.
Tito sendiri membantah tudingan pihaknya telah berlaku semena-mena.
“Semua pedagang sudah diberi tahu terkait penertiban ini, kecuali yang alamatnya sudah tidak ditemukan,” jelas Tito di kantornya, Senin (12/05/2019)
Dalam kontrak disebutkan penyewa tidakdiperkenankan kios untuk dipindahtangankan kepada pihak lain. Dirinya mengaku miris, sebab ada bangunan milik pemerintah ini sudah diperjualbelikan seharga ratusan juta.
Oleh karena itu, PPN Tanjungpandan akan mengambil tindakan tegas kepada penyewa petak kios yang memperjualbelikan petak kiosnya setelah ada temuan dari inspektorat.
“Penyewa yang mengalihkan petak kios kepada pihak lain kita putus kontrak dan diganti dengan yang menempati kios,” tandasnya.
Tito menambahkan, dalam kontrak baru antara Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara dengan penyewa tertulis harga sewa petak kios berdasarkan luas bangunan dengan harga Rp10.000/m2/tahun, sedangkan sewa tanah: 1. Jasa pengembangan 3.000/m2/tahun. 2, Biaya pemeliharaan 1.250/m2/tahum.
Harga ini, lanjut Tito, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. (yan/6)

Related posts