PPK Wajib Amanah, Tidak Rekayasa dan Fiktif

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diharap memahami tupoksi pengadaan barang dan jasa yang saat ini secara aplikasi telah menggunakan sistem 4.0. PPK diharap menjalankan tugasnya sesuai aturan tidak merekayasa dan fiktif dalam pengadaan barang dan jasa.

Read More

“Terkait pengadaan barang dan jasa, kami memberi pendampingan kepada pelaku pengadaan barang dan jasa, khususnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang adan jasa. Kami berikan standar operasi prosedur pengadaan barang dan jasa dan pengoperasian barang dan jasa berdasarkan sistem 4.0,” kata Setiawan selaku Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangka, Kamis (30/1/2020) di ruang rapat Bangka Setara.

Sebanyak 70 orang PPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka mengikuti pelatihan soal barang dan jasa dengan sistem 4.0. Atas pelatihan kepada PPK ini, Bupati Bangka diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian, Syafarudin mengatakan PPK sebagai yang diberi kewenangan dalam penggunaan anggaran patut bersyukur karena PPK sebagai perpanjangan amanah dari kuasa pengguna anggaran.

“PPK harus bersyukur, karena dari sekian pegawai yang memenuhi sebagai PPK bisa dihitung dengan jari,” ungkap Syafarudin.

Menurutnya, PPK selaku pihak pengadaan barang dan jasa perannya krusial sebagai perencana, pelaksana, pelaporan pengadaan barang dan jasa. Barang dan jasa harus diselenggarakan secara akuntanbilitas dan kredibel.

“Tugasnya harus secara konsekuen dan tidak bisa direkayasa lagi, karena sekarang telah memakai sistem. Harapan kami kepada PPK laksanakan lah tugas dengan sesuai prosedur. Hilangkan ego – ego sektoral, PPK harus bekerjasama dengan PPTK dan pengguna anggaran,” pesannya.

Ia ingatkan juga, kekompakan harus dibangun antara PPK dengan pengguna anggaran sehingga apapun pekerjaannya bila saling kerjasama dapat diselesaikan. Ia melihat PPK di Kabupaten Bangka telah pengalaman semua sehingga tinggal penyesuaian.

“PPK ini sudah pengalaman semua, bukan wajah baru, kalaupun ada aturan baru tinggal penyesuaian. Tinggal pahami tugas, jangan rekayasa dan fiktif, gunakan konsultasi ahli. Apapun masalahnya jangan kita tidak tahu orang luar tahu,” pungkasnya. (2nd/6)

Related posts