PPK Dalih Sifat Buku tak Kadaluarsa

  • Whatsapp
Inilah salah satu buku terbitan tahun 2006 yang diadakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan tahun 2016. (Foto: Dedi Irawan)

Soal Pengadaan Buku Perpustakaan Bermasalah
Orang Tua Sesalkan Buku Terbitan Lama

TOBOALI – Pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan, menepis adanya kejanggalan dalam pengadaan buku perpustakaan tahun 2016 yang banyak terdapat buku terbitan tahun lama.
Sebelumnya, sejumlah wartawan di lingkungan Kabupaten Bangka Selatan mencium adanya ketidakberesan pengadaan buku sebanyak 1500 judul dan 1574 eksemplar dengan nilai pagu Rp340,85 juta yang dimenangkan oleh CV Mandiri Bersaudara.
Dugaan tersebut tercium dari penelusuran ke perpustakan ditemukan sejumlah buku dengan kondisi buku bekas pada terbitan tahun 2005, 2006, dan 2007.
Wartawan juga sempat mengambil sample gambar beberapa buku pengadaan guna mengkroscek perbandingan harga dan kondisi buku.
Yusdiana selaku Sekretaris Dinas didampingi PPK pengadaan buku, Felly, menyebutkan beberapa buku pengadaan tahun 2016 terdapat buku tahun 2005 lantaran buku tidak bersifat kadaluarsa. Berbeda dengan buku pengadaan sekolah yang harus mengikuti kurikulum terbaru.
“Buku itu hasil karya tulis yang intelektual dan sifatnya tidak kadaluarsa, berbeda dengan buku untuk kebutuhan sekolah yang harus mengikuti kurikulum, jadi tahun 2005 pun tidak masalah,” jelas Yusdiana saat menghubungi wartawan harian ini via ponselnya guna mengklarifikasi pemberitaan Rakyat Pos, Jumat (19/5/2017).
Pengadaan buku tahun 2016 menurutnya bersifat umum artinya judul, tahun serta jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan yang pembacanya juga masyarakat umum.
“Jadi perpustakaan daerah itu tempat masyarakat umum untuk mendapatkan koleksi judul buku secara umum tentang pengetahuan secara umum pula dan pengadaan buku ini juga telah selesai dilakukan pemeriksaan oleh BPK RI,” imbuhnya.
Terpisah, salah satu orang tua murid, Hardi Joy menyayangkan pengadaan buku Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bangka Selatan yang masih terdapat buku terbitan tahun lama.
Menurutnya, jika buku tersebut memang sebuah karya intelektual penulis tidak masalah jika tahunnya lama. Namun jika buku yang bersifat informasi biasa seperti buku cara memasak, menanam tentu bukunya bersifat upgrade atau terbitan terbaru lebih baik untuk koleksi perpustakaan.
“Saya juga sebagai warga yang memperhatikan pendidikan di Bangka Selatan mengharapkan Perpustakaan Basel mempunyai koleksi buku yang lengkap dan terbaru sehingga keberadaan perpustakaan mampu memberikan pengetahuan dan informasi bagi masyarakat Bangka Selatan,” kata salah satu pengusaha muda Bangka Selatan ini.
Seperti dilansir, pengadaan buku perpustakaan tahun 2016 pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Selatan dipertanyakan. Pasalnya berdasarkan hasil pantauan beberapa wartawan saat berkunjung ke Perpustakaan Kamis (18/5/2017) mendapati beberapa buku terbitan lama tahun 2005, 2006 dan 2008. Sebagian buku buku itu masih terdapat di dalam dus dan sebagian lagi sudah berada di meja, namun belum dipajang di rak-rak buku.
Menurut dua pengurus perpustakaan, buku-buku yang berada di atas meja sedang dalam proses pendataan, pendaftaran hingga penyampulan.
“Memang buku itu belum dipajang karena masih didata, didaftar, kemudian disampul,” ujarnya.
Ditanya mengapa sebagian buku pengadaan tahun 2016 namun terbitannya ada yang tahun 2005, 2006 dan tahun 2007? “Kita tidak tahu masalah itu Pak, kita ini hanya pengurus perpustakaan saja,” jawabnya.
Sementara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustaan Daerah Kabupaten Basel, Eddy Supriyadi mengakui tidak mengetahui tentang pengadaan buku tahun 2016 lantaran dirinya baru beberapa pekan menjabat. Hanya saja, Eddy menjelaskan bahwa buku-buku tersebut masih dalam proses penataan di ruang pelayanan dan baca. Dirinya akan segera mengecek kondisi buku-buku tersebut.
“Akan kita cek dulu karena tahun itu belum menjabat di situ. Kalau buku di Perpustakaan Bangka Selatan ada 6500 judul dan kurang lebih ada 26.000 eksemplar,” jelasnya.
Menurut Edy, dari 6500 judul dan kurang lebih ada 26000 eksemplar buku yang ada tersebut belum termasuk dalam buku pengadaan tahun 2016 lalu yang jumlahnya sekitar 1500 judul dan 1574 eksemplar.
“Untuk tahun 2017 ini tidak ada pengadaan buku baru di perpustakaan karena ada juga bantuan buku dari Perpustakaan Nasional melalui Perpustakaan Provinsi Babel,” imbuh Eddy.
Berdasarkan data dari LPSE Bangka Selatan, pengadaan buku perpustakaan tahun 2016 senilai Rp340,85 juta ini dimenangkan oleh CV Mandiri Bersaudara. Dari data itu, jika satu buku dibeli dengan harga Rp100 ribu, dikalikan sebanyak 1574 eksemplar buku yang diadakan maka didapati hasil Rp157.400.000. Sementara anggaran atau kontrak pengadaan buku ini senilai Rp340,85 juta. (raw/6)

Pos terkait